
Ekonom Indonesia sebut target ASEAN untuk tingkatkan otonomi moneter cerminkan tren dedolarisasi

Seorang karyawan memegang mata uang rupiah di sebuah tempat penukaran uang di Jakarta pada 10 Maret 2015. (Xinhua/Agung Kuncahya B.)
Penggunaan mata uang lokal di kawasan ASEAN akan diperkuat guna mengurangi ketergantungan terhadap mata uang internasional utama di sektor perdagangan dan investasi lintas perbatasan.
Jakarta (Xinhua) – Rencana Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) untuk meningkatkan otonomi moneternya guna mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing dan sistem pembayaran tertentu mencerminkan proses dedolarisasi yang sedang berlangsung di beberapa wilayah di dunia, ujar seorang ekonom dari Bank Central Asia (BCA).Dalam pertemuan Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN, yang berakhir pada 31 Maret, negara-negara anggota sepakat untuk memperkuat penggunaan mata uang lokal di kawasan tersebut dan mengurangi ketergantungan terhadap mata uang internasional utama di sektor perdagangan dan investasi lintas perbatasan.
Foto yang diabadikan pada 30 Desember 2021 ini menunjukkan gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta. (Xinhua/Xu Qin)
Foto yang diabadikan pada 3 November 2010 ini menunjukkan uang kertas peso Filipina dan dolar AS di Manila, Filipina. (Xinhua/Jon Fabrigar)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mitra SIPLah berkomitmen majukan koperasi-UMKM
Indonesia
•
07 Aug 2020

Survei Pertamina di Indramayu targetkan 180 MMSTB cadangan migas
Indonesia
•
27 Aug 2020

Feature – Dari sampah jadi uang! Daur ulang berbasis teknologi dorong ekonomi sirkular di China
Indonesia
•
24 Feb 2026

Harga minyak jatuh karena ketegangan Rusia diimbangi pengetatan Fed
Indonesia
•
28 Jan 2022


Berita Terbaru

Zirkon Indonesia kaya mineral kritis untuk industri teknologi tinggi global
Indonesia
•
24 May 2026

Whoosh siapkan 3.000 lebih kursi tambahan sambut libur panjang akhir Mei 2026
Indonesia
•
23 May 2026

Fokus Berita – Dari bensin hingga bahan makanan, kenaikan harga bebani konsumen AS
Indonesia
•
21 May 2026

Jalur pipa minyak baru UEA untuk hindari Selat Hormuz hampir 50 persen rampung
Indonesia
•
21 May 2026
