
China akan dorong kemajuan ilmu antariksa pada lima tema

Foto yang dirilis pada 1 Januari 2022 oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) ini menunjukkan foto wahana pengorbit dan Mars. China merilis sejumlah citra baru Mars pada hari pertama tahun 2022 yang diabadikan menggunakan wahana Tianwen-1. (Xinhua/CNSA)
Pengembangan ilmu antariksa China dengan rentang waktu mulai dari 2023 hingga 2045 juga mencakup materi gelap dan fisika dalam kondisi ekstrem, asal usul dan evolusi alam semesta, serta survei barion alam semesta panas oleh penjelajah sinar-X.
Hefei, China (Xinhua) – China berencana untuk mendorong pengembangan ilmu antariksanya pada lima tema utama, termasuk penelitian tentang planet layak huni, serta ilmu biologi dan fisika di luar angkasa, kata seorang pakar antariksa senior China pada Selasa (25/4).China sedang menyusun rencana nasional yang menyarankan penyebaran lebih banyak satelit ilmiah dalam program luar angkasa negara itu untuk menghasilkan terobosan terdepan secara global dalam tema-tema seperti alam semesta ekstrem, riak ruang-waktu, panorama Matahari-Bumi, planet layak huni, serta ilmu biologi dan fisika di luar angkasa, kata Wang Chi, direktur Pusat Ilmu Antariksa Nasional yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China.Wang mengutarakan pernyataan itu dalam pidato yang disampaikan saat Konferensi Eksplorasi Luar Angkasa Dalam Internasional yang digelar pada Selasa dan Rabu (26/4) di Hefei, ibu kota Provinsi Anhui, China timur.Menurut Wang, Rencana Ilmu Antariksa Nasional China, yang saat ini sedang dievaluasi, merupakan rencana nasional jangka panjang pertama dari program ilmu antariksa China, dengan rentang waktu mulai dari 2023 hingga 2045.Di bawah lima tema tersebut, ada 17 prioritas ilmiah utama, termasuk materi gelap dan fisika dalam kondisi ekstrem, asal usul dan evolusi alam semesta, serta survei barion alam semesta panas oleh penjelajah sinar-X. Ketiga prioritas ilmiah ini dapat mendukung studi tentang alam semesta ekstrem.Riak ruang-waktu mengacu pada penjelajahan kerutan ruang-waktu melalui observatorium gelombang gravitasi antariksa, papar Wang dalam pidatonya.Tema panorama Matahari-Bumi meliputi eksplorasi tata surya luar, observasi Matahari, observasi cuaca antariksa di sistem tata surya, eksplorasi komprehensif Bumi-Bulan, serta observatorium sistem Bumi.Tema planet layak huni mencakup penelitian tentang Bumi, bulan berlapis es di tata surya, serta eksoplanet, misalnya masalah yang belum terpetakan (frontier issue) tentang pencarian kehidupan asing (alien) di luar Bumi dan pendeteksian, serta karakterisasi dan pencitraan eksoplanet.Tema ilmu biologi dan fisika di luar angkasa mencakup ilmu mikrogravitasi, eksperimen kuantum, serta asal usul dan adaptasi kehidupan di luar angkasa, dengan stasiun luar angkasa China sebagai platform utamanya.Wang mengatakan pemilihan misi masa depan akan didasarkan pada signifikansi ilmiah, kelayakan teknis, dan keterjangkauan ekonomi. Dia menambahkan bahwa kolaborasi internasional sangat didorong di semua tingkatan dalam misi-misi tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jangkar besi dan peti kotak ditemukan dekat bangkai kapal kuno di Laut China Selatan
Indonesia
•
05 Jun 2023

Tim ilmuwan China kembangkan pengobatan baru untuk cedera tendon-tulang
Indonesia
•
20 Mar 2024

Spesies burung langka terlihat di danau air asin pedalaman terbesar di China
Indonesia
•
04 Apr 2024

COVID-19 - Ahli: Vaksin tak mungkin ada hingga 2021
Indonesia
•
14 Jul 2020


Berita Terbaru

Jepang temukan bahan kimia industri beracun lampaui ambang batas di 629 lokasi pemantauan air
Indonesia
•
30 Mar 2026

Jepang kembali batalkan uji terbang perdana kendaraan eksperimental roket ‘reusable’ akibat malafungsi
Indonesia
•
30 Mar 2026

Mengisap vape berpotensi picu kanker
Indonesia
•
31 Mar 2026

China luncurkan roket pengangkut Lijian-2 Y1
Indonesia
•
31 Mar 2026
