Penerbangan Saudia dari Jakarta mendarat di bandar baru Jeddah

Penerbangan Saudia dari Jakarta mendarat di bandar baru Jeddah
Saudia Airlines.

Jakarta (Indonesia Window) – Penerbangan Saudia dengan rute Jakarta-Jeddah akan dialihkan dari Bandara Internasional King Abdulaziz lama ke bandara baru di Jeddah mulai 20 Desember 2019.

Pemindahan lokasi bandara tersebut merupakan tahap keenam dan terakhir dari proses pengalihan penerbangan Saudia, yang juga termasuk dari London (Inggris), Lahore (Pakistan), Washington (Amerika Serikat), Colombo (Sri Lanka), Madrid (Spanyol) dan Manila (Filipina), sebut sebuah sumber kepada Saudi Gazette.

Relokasi penerbangan Saudia dari bandara lama ke bandara baru akan dilakukan secara bertahap sampai akhir tahun 2019 setelah maskapai nasional tersebut memulai penerbangan jarak jauh ke Eropa dan Amerika.

Sementara itu tahap ketiga relokasi penerbangan Saudia dari Bandara Internasional King Abdulaziz lama ke bandara baru Jeddah akan dimulai pada 3 November, lapor harian lokal Al-Watan mengutip sumber informasi.

Tahap tersebut akan mencakup penerbangan ke dan dari Athena (Yunani), Roma (Italia), Frankfurt (Jerman), Jenewa (Swis), Munich (Jerman), Milan (Italia), dan Wina (Austria).

Sedangkan tahap keempat akan dimulai pada pertengahan November dan akan mencakup tujuan seperti Dammam dan Qasim (Arab Saudi), Kairo (Mesir), Khartoum (Sudan), Kuwait, Nairobi (Kenya) dan Beirut (Lebanon).

Adapun tahap kelima akan dimulai pada 10 Desember, mencakup penerbangan ke Ankara (Turki), Tunisia, Johannesburg (Afrika Selatan), Delhi dan Mumbai (India), dan lainnya.

Sisa penerbangan lokal akan dimulai pertengahan November.

Bandara baru di Jeddah sebelumnya telah mulai beroperasi melalui Terminal 1 ke bandara-bandara Alexandria dan Sharm El-Sheikh (Mesir), serta Amman (Yordania).

Tahap pemindahan penerbangan yang dilayani oleh perusahaan asing dari bandara baru akan dimulai pada akhir tahun dan diharapkan seluruhnya selesai pada akhir kuartal pertama 2020.

Penerbangan dari Terminal 1 dan 2 akan dimulai pada tahap selanjutnya, dan berlanjut sampai bandara baru di Jeddah mencapai kapasitas maksimum 100 juta penumpang per tahun.

Laporan: Redaksi

Berkomentar?

Please enter your comment!
Please enter your name here