
Usia 65 tahun bisa jadi pendonor darah di Singapura

Seorang sukarelawan menunjukkan suvenir usai mendonorkan darah dalam momen Hari Donor Darah Sedunia di Mexico City, Meksiko, pada 14 Juni 2023. (Xinhua/Francisco Canedo)
Pendonor darah pertama kali dapat berusia 65 tahun, di Singapura, dari sebelumnya 60 tahun, yang akan berlaku mulai 2 Januari 2026.
Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Singapura akan menaikkan batas usia maksimal untuk pendonor darah pertama kali menjadi 65 tahun dari sebelumnya 60 tahun, yang akan berlaku mulai 2 Januari tahun depan, demikian disampaikan Otoritas Ilmu Kesehatan (Health Sciences Authority/HSA) Singapura.Menurut peraturan baru tersebut, pendonor pertama kali akan diizinkan untuk mendonorkan darah hingga satu hari sebelum ulang tahun ke-66 mereka, sementara pendonor ulang dapat terus mendonorkan darahnya hingga usia 75 tahun, kata HSA dalam sebuah pernyataan pada Senin (22/12)."Dengan populasi kita yang semakin menua, sangat penting bagi kita untuk memanfaatkan setiap peluang yang aman untuk memperluas jumlah donor kita sembari mempertahankan standar keamanan tertinggi bagi pendonor dan penerima," ujar Chief Executive Officer HSA Raymond Chua.Data dari HSA yang didasarkan pada pendonor hingga batas usia 60 tahun saat ini menunjukkan efek samping menurun seiring usia, sebuah tren yang konsisten dengan temuan dari studi internasional, ungkap otoritas tersebut.Singapura perlu menjaga persediaan darah minimal sembilan hari untuk memastikan kesiapsiagaan darurat, kata HSA.Darah dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa dalam keadaan darurat dan untuk mempertahankan hidup mereka yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti leukemia, thalassemia, dan gangguan pembekuan darah, serta pasien yang menjalani operasi besar.HSA menyebutkan, setiap jam, 15 unit darah digunakan di Singapura, sehingga mereka harus mengumpulkan sekitar 400 unit darah setiap hari untuk memenuhi kebutuhan darah pasien di negara berpenduduk 6,11 juta jiwa tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jateng jalin kerja sama dengan perguruan tinggi China
Indonesia
•
17 Apr 2025

AS luncurkan program keadilan vaksin cacar monyet
Indonesia
•
16 Sep 2022

WHO ubah nama ‘monkeypox’ jadi ‘mpox’, hindari stigma
Indonesia
•
29 Nov 2022

Che hun tiau a hien tawarkan sensasi segar khas Pontianak yang ‘bikin nagih’ di siang terik
Indonesia
•
01 Oct 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
