
WHO sebut galur baru dorong musim flu yang lebih awal dan intens di Eropa

Orang-orang yang mengenakan masker terlihat di Rumah Sakit de Sant Pau di Barcelona, Spanyol, pada 11 Desember 2025. (Xinhua/Joan Gosa)
Influenza menyebar lebih awal dari biasanya di seluruh Wilayah Eropa pada musim dingin tahun ini, dengan galur (strain) A(H3N2) baru yang dominan memberikan tekanan tambahan terhadap sistem kesehatan di beberapa negara.
Oslo, Norwegia (Xinhua/Indonesia Window) – Influenza menyebar lebih awal dari biasanya di seluruh Wilayah Eropa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada musim dingin tahun ini, dengan galur (strain) A(H3N2) baru yang dominan memberikan tekanan tambahan terhadap sistem kesehatan di beberapa negara, ungkap Kantor Regional WHO untuk Eropa pada Rabu (17/12).Badan itu menyampaikan bahwa musim influenza telah dimulai sekitar empat pekan lebih awal dibandingkan musim-musim sebelumnya. Sedikitnya 27 dari 38 negara yang melaporkan data mencatat aktivitas influenza yang tinggi atau sangat tinggi. Di Irlandia, Kirgizstan, Montenegro, Serbia, Slovenia, dan Inggris, lebih dari separuh pasien yang dites untuk penyakit mirip influenza dinyatakan positif terjangkit influenza."Flu muncul setiap musim dingin, namun tahun ini sedikit berbeda," ujar Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Henri P. Kluge.Dia menuturkan bahwa galur baru, yakni A(H3N2) subclade K, mendorong penularan, seraya menyatakan tidak ada bukti bahwa galur tersebut menyebabkan penyakit yang lebih parah. WHO mengatakan varian itu kini mencakup hingga 90 persen dari seluruh kasus terkonfirmasi influenza di kawasan tersebut.WHO mengatakan data awal dari Inggris menunjukkan bahwa vaksin influenza musiman saat ini dapat mengurangi risiko dampak kesehatan yang parah akibat A(H3N2), meski vaksinasi belum tentu mampu mencegah penularan. WHO menegaskan kembali bahwa vaksinasi tetap merupakan langkah preventif terpenting untuk menghindari penyakit yang parah, terutama bagi kelompok-kelompok berisiko tinggi seperti warga lanjut usia (lansia), penderita penyakit penyerta, ibu hamil, dan anak-anak. Tenaga kesehatan juga dicantumkan sebagai kelompok prioritas.Jumlah kasus diperkirakan akan terus meningkat hingga puncak musim influenza, yang kemungkinan terjadi pada akhir Desember atau awal Januari, tutur WHO, sembari menambahkan bahwa sebagian besar orang akan pulih dengan sendirinya, namun mereka yang mengalami gejala parah atau memiliki kondisi medis lain perlu mencari perawatan medis.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Menari jadi jalan penyembuhan bagi lansia dan penyintas kanker
Indonesia
•
04 Jun 2026

Feature – Pengungsi Lebanon terjebak di antara harapan dan trauma perang di tengah serangan Israel
Indonesia
•
21 Oct 2024

PBB umumkan 17 juta dolar AS untuk bantuan kekeringan di Ethiopia utara
Indonesia
•
28 Feb 2024

JOB Tomori Sulawesi selenggarakan seminar edukasi media di Bandung
Indonesia
•
27 Jun 2024


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
