
China intensifkan upaya untuk tingkatkan pelayanan keperawatan

Seorang tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan gigi untuk warga lanjut usia di sebuah komunitas di Distrik Gulou, Fuzhou, ibu kota Provinsi Fujian, China tenggara, pada 24 Juni 2022. (Xinhua/Jiang Kehong)
Pelayanan keperawatan di China mengharuskan setidaknya satu perawat klinis tersedia untuk setiap dua pasien rawat inap di rumah sakit sekunder dan tersier negara itu.
Beijing, China (Xinhua) – Otoritas kesehatan China meluncurkan sebuah rencana aksi tiga tahun untuk memenuhi kebutuhan pelayanan keperawatan masyarakat dengan cara yang lebih baik.Menurut rencana yang dikeluarkan oleh Komisi Kesehatan Nasional China dan Administrasi Nasional Pengobatan Tradisional China, institusi medis harus melipatgandakan upaya mereka untuk mempekerjakan perawat dalam jumlah yang cukup, terutama mereka yang berada di posisi keperawatan klinis.Harus ada setidaknya satu perawat klinis yang tersedia untuk setiap dua pasien rawat inap di rumah sakit sekunder dan tersier negara itu, tambah rencana tersebut.
Para apoteker menyiapkan obat tradisional China di Rumah Sakit Afiliasi Universitas Pengobatan China Gansu di Lanzhou, Provinsi Gansu, China barat laut, pada 23 Desember 2022. (Xinhua/Ma Xiping)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kisah dua mahasiswa Indonesia yang kembali kuliah di China
Indonesia
•
11 Oct 2022

Genom purba beri petunjuk tentang asal-usul manusia prasejarah di Asia Timur
Indonesia
•
31 May 2025

Pengungsi Suriah di Lebanon berjuang ketika Washington perparah krisis
Indonesia
•
12 Sep 2025

PBB serukan pihak yang terlibat tahan diri di tengah kekerasan komunal di Sudan Selatan
Indonesia
•
05 Feb 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
