
Raksasa baja China kembangkan pelat baja resistan suhu rendah dan berdaya tahan tinggi

Seorang staf bekerja di sebuah gudang milik Shougang Jingtang United Iron & Steel Co., Ltd. di Tangshan, Provinsi Hebei, China utara, pada 22 Juli 2023. (Xinhua/Zhu Xudong)
Pelat baja yang dikembangkan oleh Shougang Group dirancang untuk menahan dampak di bawah suhu minus 50 derajat Celsius. Pelat ini 30 persen lebih tahan lama dibandingkan pelat baja konvensional berkekuatan tinggi.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sejenis pelat baja yang resistan terhadap suhu rendah dan berdaya tahan tinggi, yang dikembangkan oleh produsen baja berat terkemuka di China, Shougang Group, berhasil digunakan di pembangkit listrik Penyimpanan Energi Udara Terkompresi (Compressed Air Energy Storage/CAES) yang canggih.Pembangkit listrik CAES berkapasitas 300 megawatt (MW) tersebut, yang berlokasi di Feicheng, Provinsi Shandong, China timur, telah terhubung ke jaringan listrik, ungkap Shougang pada Rabu (27/11).Pembangkit-pembangkit listrik CAES mengubah kelebihan daya menjadi udara terkompresi dan menyimpannya di dalam sebuah sistem penyimpanan gas tertutup, seperti gua garam dan bilik buatan. Ketika permintaan daya meningkat, udara terkompresi itu dilepaskan untuk menghasilkan listrik.Dibandingkan dengan penyimpanan yang dipompa dan penyimpanan energi baterai, CAES merupakan pendekatan baru yang menawarkan efisiensi konversi energi hingga 70 persen.Untuk mengompresi udara dengan pengisian dan pengosongan secara berkala hingga lebih dari 10 megapascal, material baja tersebut harus tahan terhadap suhu serendah minus 50 derajat Celsius serta memiliki daya tahan tinggi di bawah beban yang berganti-ganti selama siklus pengisian dan pengosongan yang terjadi berulang kali.Pelat baja yang dikembangkan oleh Shougang Group itu dirancang untuk menahan dampak di bawah suhu minus 50 derajat Celsius. Pelat ini 30 persen lebih tahan lama dibandingkan pelat baja konvensional berkekuatan tinggi.Pelat baja tersebut memberikan dukungan material dasar untuk penerapan industri pada teknologi penyimpanan energi baru.Selain itu, pembangkit listrik CAES tersebut berhasil melewati uji penerapan praktis serta memenuhi persyaratan efisiensi, keamanan, dan siklus hidup material yang tinggi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian: Vaksin baru berikan perlindungan ganda terhadap SARS-CoV-2
Indonesia
•
07 Mar 2022

Ilmuwan China kembangkan beton ‘marshmallow’ untuk redam laju pesawat saat pendaratan darurat
Indonesia
•
10 Jul 2025

Feature – Cegah strok usia muda dengan pendekatan pengobatan tradisional China
Indonesia
•
15 May 2026

China torehkan rekor peluncuran satelit luar angkasa dengan roket Long March
Indonesia
•
21 Aug 2022


Berita Terbaru

Ilmuwan peringatkan karhutla bisa rusak permanen permafrost Bumi
Indonesia
•
13 Jun 2026

Makhluk laut ini menyerap karbon seperti hutan Amazon, rahasianya baru terungkap
Indonesia
•
12 Jun 2026

Mengapa es Antarktika mencair lebih cepat? Ilmuwan akhirnya punya jawabannya
Indonesia
•
11 Jun 2026

Feature – Teknologi canggih dukung upaya konservasi panda di China
Indonesia
•
11 Jun 2026
