
Pendidikan bantu tingkatkan kerja sama dan pertukaran antara China dan Indonesia

Foto yang diabadikan pada 22 Agustus 2024 ini menunjukkan suasana sebuah acara dalam Pekan Kerja Sama Pendidikan China-ASEAN (China-ASEAN Education Cooperation Week) 2024 yang diadakan di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Zhou Xuanni)
Pekan Kerja Sama Pendidikan China-ASEAN (China-ASEAN Education Cooperation Week) 2024 yang sedang berlangsung di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya, menyoroti pendidikan yang telah menjadi platform penting untuk pertukaran timbal balik antara China dan Indonesia.
Guiyang, China (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam Pekan Kerja Sama Pendidikan China-ASEAN (China-ASEAN Education Cooperation Week) 2024 yang sedang berlangsung di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya, para praktisi pendidikan Indonesia mengatakan bahwa pendidikan telah menjadi platform penting untuk pertukaran timbal balik antara China dan Indonesia.Bagi Lestari Puspitaningsih, seorang peminat bahasa Mandarin asal Indonesia, pengalaman belajarnya di China tidak hanya meningkatkan kemahiran bahasa Mandarinnya, tetapi juga memberinya berbagai peluang untuk mempromosikan kerja sama antara China dan Indonesia."Bahasa adalah jembatan kerja sama," kata Puspitaningsih, yang kini menjabat sebagai kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.Di universitas, Puspitaningsih memilih jurusan bahasa Mandarin atas saran ayahnya, yang sangat yakin bahwa China dan Indonesia adalah mitra yang baik dan memiliki hubungan yang erat, studi bahasa Mandarin juga akan memberikan banyak peluang kerja.Untuk mempelajari lebih banyak pengetahuan dan memperluas wawasannya, Puspitaningsih melanjutkan pendidikannya di Northeast Normal University di China pada 2007 dan meraih gelar magister dalam bidang linguistik dan linguistik terapan bahasa Mandarin."Indonesia dan China memiliki banyak program kerja sama yang membutuhkan penutur bahasa Mandarin," kata Puspitaningsih, seraya menambahkan bahwa saat ini dia bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan bagi para guru bahasa Mandarin di Indonesia, termasuk merancang kurikulum, menyusun tutorial, dan membuat soal ujian, yang memungkinkannya untuk sering menggunakan bahasa Mandarin.
Foto yang diabadikan pada 22 Agustus 2024 ini menunjukkan Siswantoyo, M.Kes., AIFO., direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta sedang berpidato pada sebuah acara dalam Pekan Kerja Sama Pendidikan China-ASEAN (China-ASEAN Education Cooperation Week) 2024 yang diadakan di Guiyang, ibu kota Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Zhou Xuanni)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Produsen sepeda motor listrik China bangun pabrik di Kendal, Jawa Tengah
Indonesia
•
07 May 2024

Taiwan tanggapi keberatan Kedutaan Besar China terkait wawancara CNN dengan Menlu Wu
Indonesia
•
18 Jan 2024

COVID-19 – Yayasan BUMN terima bantuan 150 ventilator dari warga New York
Indonesia
•
17 Aug 2021

Presiden sampaikan prioritas kerja sama dengan Australia di ALM
Indonesia
•
05 Jul 2023


Berita Terbaru

Patrialis Akbar ingatkan hakim: Salah memutus perkara, pertanggungjawabannya hingga akhirat
Indonesia
•
12 Aug 2026

Program Magang Nasional 2026 dibuka, pemerintah siapkan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi
Indonesia
•
11 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (2 dari 3 tulisan)
Indonesia
•
08 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (selesai)
Indonesia
•
08 Aug 2026
