ADB setujui 11,51 triliun rupiah untuk indonesia, fokus pada fiskal, digitalisasi, dan layanan publik

Foto yang diabadikan pada 16 September 2008 ini menunjukkan logo Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) di kantor pusatnya di Manila, ibu kota Filipina. (Xinhua/Liu Hua)

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menyetujui pembiayaan sebesar 650 juta dolar AS untuk mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan pengelolaan fiskal, mempercepat digitalisasi pemerintah, dan meningkatkan kualitas layanan publik, ujar bank tersebut pada Rabu (16/9).

*1 dolar AS = 17.712 rupiah

"Arsitektur fiskal dan digital negara yang semakin diperkuat memungkinkan penyediaan layanan yang lebih baik bagi masyarakat," tutur Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov.

Pembiayaan itu merupakan bagian dari Program Percepatan Desentralisasi demi Meningkatkan Tata Kelola Daerah, yang bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola keuangan publik.

Program itu mencakup pengembangan platform digital nasional untuk mengintegrasikan dan melaporkan data fiskal, serta penerapan penilaian pajak properti yang lebih adil untuk memperkuat pendapatan pemerintah daerah.

ADB menuturkan program tersebut juga akan membantu memperkuat kapasitas fiskal dan administratif pemerintah daerah. Program itu juga akan mendukung penganggaran yang mempertimbangkan perlindungan bagi perempuan dan anak perempuan serta risiko bencana. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait