
PBB serukan penerapan cara yang komprehensif untuk atasi situasi di Suriah

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan pertemuan di markas besar PBB di New York, pada 12 Juli 2022. (Xinhua/UN Photo/Eskinder Debebe)
Siklus eskalasi militer di Suriah dapat membuat kondisi semakin tak terkendali, dengan warga sipil masih harus terus menanggung konsekuensi besar, serta perdamaian dan keamanan internasional dalam keadaan terancam.
Jakarta (Indonesia Window) – Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Suriah Geir O. Pedersen pada Senin (29/8) memperingatkan tentang tanda-tanda yang mengkhawatirkan terkait eskalasi militer terbaru di Suriah, seraya menyerukan penerapan cara yang komprehensif untuk mengatasi situasi di negara itu.Dalam sebuah pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB, Pedersen mengatakan dia khawatir bahwa dalam beberapa bulan terakhir terlihat tanda-tanda yang mengkhawatirkan terkait eskalasi militer, termasuk peningkatan jumlah serangan yang berhubungan dengan sejumlah besar pelaku pada bulan lalu.Utusan itu menyuarakan kekhawatiran bahwa siklus eskalasi militer di Suriah dapat membuat kondisi semakin tak terkendali, dengan warga sipil masih harus terus menanggung konsekuensi besar, serta perdamaian dan keamanan internasional dalam keadaan terancam.Dia berharap bahwa berbagai upaya diplomatik berkelanjutan untuk melakukan deeskalasi situasi dapat disatukan demi memulihkan perdamaian di seluruh wilayah Suriah, mengarah pada gencatan senjata nasional."Tingkat fragmentasi di Suriah, kawasan, dan level internasional, serta kurangnya kepercayaan dan kemauan, menghalangi kami dalam melakukan apa yang perlu dilakukan, yaitu menangani konflik ini secara komprehensif, dengan kompromi dan investasi serius, yang melibatkan semua pihak," ujar Pedersen.Ini adalah satu-satunya cara untuk menghindari kehancuran berbahaya lainnya, untuk menyatukan kembali dan memperbaiki negara dan rakyat yang terfragmentasi, untuk benar-benar memulihkan kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan integritas teritorial Suriah, serta untuk mengakhiri krisis pengungsi dan memungkinkan rakyat Suriah memetakan masa depan mereka sendiri, katanya.Sumber: XinhuaLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China akan terapkan pemilahan sampah di semua kotanya pada 2025
Indonesia
•
26 May 2023

Paspor Jepang tetap yang terkuat di dunia, bebas masuk ke 192 negara
Indonesia
•
20 Jul 2022

China dan Spanyol terbitkan prangko khusus peringatan 50 tahun hubungan diplomatik
Indonesia
•
13 May 2023

Keadilan rasial dan akses aborsi jadi kekhawatiran utama Gen Z nonkulit putih di AS
Indonesia
•
25 Oct 2022


Berita Terbaru

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026

Menuju Olimpiade Los Angeles 2028: Atlet transgender dilarang ikut kompetisi perempuan
Indonesia
•
27 Mar 2026

Queensland di Australia akan larang anak di bawah 16 tahun kendarai perangkat ‘e-mobility’
Indonesia
•
25 Mar 2026

Badan Pengawas Obat AS tarik hampir 90.000 botol ibuprofen anak secara nasional
Indonesia
•
21 Mar 2026
