
PBB: 655 juta orang masih hidup tanpa listrik, target akses energi universal 2030 terancam gagal

Foto yang diabadikan pada 19 Mei 2026 ini menunjukkan sebagian wilayah kota yang masih gelap pada malam hari akibat pemadaman listrik di Aden, Yaman. (Xinhua/Murad)
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Sebanyak 655 juta orang, atau 8 persen dari populasi global, masih hidup tanpa akses listrik, dengan mayoritas di antaranya berada di Afrika Sub-Sahara, tunjuk laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (24/6).
Selain itu, sebanyak 1,8 miliar orang saat ini menggunakan bahan bakar dan teknologi yang menimbulkan polusi untuk memasak, yang membahayakan kesehatan dan kesejahteraan mereka, demikian menurut edisi terbaru dari laporan berjudul ‘Menelaah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 7: Laporan Progres Energi’ (Tracking Sustainable Development Goal (SDG) 7: The Energy Progress Report).
Afrika Sub-Sahara menanggung beban yang tidak proporsional dari kesenjangan tersebut, dengan lebih dari 560 juta orang hidup tanpa listrik dan 970 juta orang kekurangan akses sarana memasak yang bersih. Laporan itu mengatakan laju elektrifikasi di kawasan tersebut harus ditingkatkan tiga kali lipat agar akses universal dapat dicapai pada 2030.
Meski menghadapi tantangan-tantangan tersebut, laporan itu menyoroti progres yang menggembirakan di beberapa bidang energi berkelanjutan. Contohnya, energi terbarukan terus mencatatkan ekspansi yang kuat, menyumbang lebih dari 30 persen konsumsi listrik global.
Kendati demikian, laporan itu memperingatkan bahwa tanpa adanya tindakan yang mendesak dan diperluas, dunia akan gagal mewujudkan target-target SDG 7 dalam memastikan akses universal terhadap energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern pada 2030. Selain itu, meski krisis energi global saat ini masih berlangsung, dampaknya terhadap pasar energi dan perekonomian yang lebih luas diperkirakan akan signifikan.
Laporan itu menyoroti bahwa kepemimpinan politik yang lebih kuat, koordinasi lintas sektor yang ditingkatkan, dan fokus strategis terhadap negara-negara dan komunitas yang paling rentan tertinggal tetap menjadi prioritas lintas sektor menjelang 2030.
Laporan itu juga menekankan bahwa sinyal kebijakan yang jelas dan implementasi yang berkelanjutan sangat penting untuk mendiversifikasi bauran energi nasional, memperluas pemanfaatan energi terbarukan, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, dan memperkuat ketahanan makroekonomi terhadap gangguan rantai pasokan global.
"Kami telah melihat progres yang menggembirakan terkait perluasan akses terhadap energi yang terjangkau, andal, dan bersih dalam beberapa tahun terakhir," ujar Li Junhua, under-secretary-general PBB untuk urusan ekonomi dan sosial.
"Namun, laporan tahun ini menunjukkan bahwa jutaan orang masih kekurangan akses, yang memperjelas bahwa progres belum sejalan dengan ambisi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 7, dan disparitas antarnegara masih signifikan," tutur Li, seraya menambahkan bahwa krisis energi global saat ini menghadirkan peluang untuk mempercepat transisi menuju energi bersih guna mendukung keamanan energi.
"Pemanfaatan peluang ini akan memerlukan peningkatan dukungan dan investasi internasional yang sangat besar. Kita tidak boleh berpuas diri. Saatnya bertindak dengan urgensi dan ambisi yang lebih besar sekarang juga," tutur Li.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Impor jeruk Indonesia dari China meningkat pada Januari 2024 berkat perayaan Tahun Baru Imlek
Indonesia
•
20 Feb 2024

Produsen baterai China EVE luncurkan proyek senilai 10 miliar yuan
Indonesia
•
23 Mar 2023

Perusahaan di Suzhou, China, produksi 50.000 keffiyeh Piala Dunia Qatar
Indonesia
•
09 Dec 2022

Mobil listrik pertama Chery di Indonesia telah terjual lebih dari 2.400 unit
Indonesia
•
13 Mar 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
