Banner

Israel konfirmasi tewaskan petinggi militer Hamas di Lebanon

Foto menunjukkan kerusakan yang disebabkan oleh militer Israel di Kfar Shouba, Lebanon, pada 1 Februari 2025. (Xinhua/Taher Abu Hamdan)

Pasukan Israel menewaskan seorang petinggi militer Hamas, Mohammad Shaheen di Sidon, kota pesisir di Lebanon selatan.

 

Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Pasukan Israel menewaskan seorang petinggi militer Hamas dalam serangan udara di Lebanon, kata otoritas keamanan Israel pada Senin (17/2).

Dalam pernyataan bersama, militer Israel dan badan keamanan dalam negeri Shin Bet mengatakan pesawat tempur “menyerang dan menewaskan” Mohammad Shaheen di Sidon, kota pesisir di Lebanon selatan.

Pernyataan tersebut mengidentifikasi Shaheen sebagai “kepala Departemen Operasi Hamas di Lebanon” dan menudingnya baru-baru ini merencanakan serangan terhadap warga sipil Israel dari Lebanon di bawah arahan dan pendanaan Iran. Pernyataan tersebut juga menggambarkan Shaheen sebagai “sumber informasi penting” untuk serangan roket dari Lebanon.

Al Mayadeen, badan penyiaran pro-Hizbullah yang berbasis di Lebanon, melaporkan serangan drone Israel menargetkan sebuah mobil di gerbang masuk Sidon.

Banner

Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah kendaraan terbakar di jalan raya, dengan asap hitam terlihat mengepul dari lokasi.

pasukan Israel menewaskan seorang
Foto yang diabadikan pada 16 Februari 2025 ini menunjukkan kepulan asap yang disebabkan oleh serangan Israel di Kfar Hamam, Lebanon. Militer Israel pada Ahad (16/2) malam waktu setempat mengatakan bahwa jet-jet tempurnya telah menyerang berbagai lokasi di Lebanon, sembari mengklaim lokasi-lokasi tersebut merupakan posisi militer Hizbullah yang menyimpan peluncur roket dan senjata. Serangan ini terjadi di tengah pemberlakuan gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara. (Xinhua/Taher Abu Hamdan)

Serangan itu terjadi sehari sebelum Israel dijadwalkan menyelesaikan penarikan penuh pasukannya dari Lebanon berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran selama 14 bulan antara Israel dan Hizbullah. Batas waktu 18 Februari ditetapkan setelah Israel dan Lebanon sepakat untuk menunda batas waktu awal pada akhir Januari lalu. Namun, Israel kini bersikeras mempertahankan pasukannya di lima lokasi di Lebanon selatan setelah batas waktu baru.

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner

Iklan