
Anggota parlemen Selandia Baru ajukan RUU larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun

Parlemen Selandia Baru mengajukan rancangan undang-undang yang akan melarang anak usia di bawah 16 tahun untuk mengakses media sosial, langkah yang berpotensi membuat negara tersebut mengikuti jejak Australia dalam memperketat regulasi terhadap platform digital.
Wellington, Selandia Baru (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang anggota parlemen Selandia Baru mengajukan rancangan undang-undang (UU) yang akan melarang anak usia di bawah 16 tahun untuk mengakses media sosial, langkah yang berpotensi membuat negara tersebut mengikuti jejak Australia dalam memperketat regulasi terhadap platform digital.Anggota parlemen dari Partai Nasional Selandia Baru, Catherine Wedd, mengajukan sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang akan mewajibkan perusahaan media sosial untuk memverifikasi usia para pengguna dan mencegah anak di bawah umur untuk membuat akun.Platform media sosial dapat dikenakan sanksi denda jika tidak mematuhi aturan dan akan diwajibkan untuk mengambil "semua langkah yang wajar" guna memastikan bahwa para pengguna setidaknya berusia 16 tahun, menurut laporan Radio New Zealand (RNZ) pada Selasa (6/5)."RUU Pengguna Media Sosial yang Sesuai dengan Usia Saya (My Social Media Age-Appropriate Users Bill) bertujuan untuk melindungi kaum muda dari perundungan, konten yang tidak pantas, dan kecanduan media sosial dengan membatasi akses bagi mereka yang berusia di bawah 16 tahun," sebut Wedd seperti dikutip oleh RNZ.RUU ini didukung oleh Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Christopher Luxon, yang mengatakan bahwa dirinya terbuka untuk mengadopsi hal tersebut sebagai RUU pemerintah, sebuah langkah yang akan mempercepat prosesnya di parlemen."Ini bukanlah isu politik. Ini sebenarnya isu Selandia Baru," ujar Luxon, menambahkan bahwa dia sedang berusaha mencari dukungan bipartisan.RUU yang diusulkan ini mengacu pada UU yang saat ini sedang diterapkan di Australia. Jika disahkan, UU ini akan memberi kewenangan kepada menteri yang bertanggung jawab untuk mengklasifikasikan platform tertentu sebagai platform yang dibatasi usia dan memerlukan peninjauan resmi selama tiga tahun setelah diberlakukan untuk mengevaluasi dampaknya.RUU Australia tentang larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun, yang pertama di dunia, telah disahkan oleh senat negara tersebut pada November 2024.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Setiap tahun, hampir 14.000 orang di Kamboja meninggal karena kanker
Indonesia
•
06 May 2025

Porter tradisional ‘hamal’ jaga warisan perdagangan Ottoman di Istanbul
Indonesia
•
03 Dec 2025

Feature – Piala Dunia 2026 masuki era AI, akankah teknologi mengubah romantisme sepak bola?
Indonesia
•
01 Jul 2026

CDC Afrika: Kasus mpox di Afrika tembus 65.000
Indonesia
•
15 Dec 2024


Berita Terbaru

Feature – Rumah prefabrikasi bantu korban gempa Xizang di China punya hunian nyaman dalam 3 hari
Indonesia
•
27 Oct 2026

Untuk pertama kalinya, demensia jadi penyebab lebih dari 10 persen kematian di Australia
Indonesia
•
27 Oct 2026

Kampung Silat Betawi Rawa Belong diresmikan sebagai Kampung Budaya 2026
Indonesia
•
25 Oct 2026

7 orang hilang usai gedung bertingkat runtuh di Kenya, pencarian berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2026
