
Ilmuwan temukan dasar genetik yang membuat beberapa panda berwarna cokelat

Foto yang diabadikan pada 28 Mei 2021 ini menunjukkan panda raksasa berwarna cokelat, Qizai, di sebuah taman sains yang baru saja dibuka dan didedikasikan untuk melindungi satwa liar di wilayah Zhouzhi di Xi'an, Provinsi Shaanxi, China barat laut. (Xinhua/Li Yibo)
Panda cokelat pertama di dunia ditemukan pada tahun 1985 di Pegunungan Qinling di Provinsi Shaanxi, China barat laut.
Beijing, China (Xinhua) – Sebuah tim ahli zoologi China berhasil mengidentifikasi sumber genetik yang membuat warna bulu pada beberapa panda raksasa berwarna cokelat dan putih, tidak seperti panda pada umumnya.Panda cokelat pertama di dunia ditemukan pada tahun 1985 di Pegunungan Qinling di Provinsi Shaanxi, China barat laut. Semua foto panda cokelat liar yang terekam diambil di daerah tersebut. Seekor panda yang baru-baru ini diadopsi adalah Qizai, panda jantan berbulu cokelat dan putih yang lahir pada 2009.Para ilmuwan dari Institut Zoologi China, yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), mengurutkan genom dari tiga keluarga panda yang terhubung dengan Qizai, serta 29 panda lainnya yang berwarna hitam dan putih sebagai kelompok pembanding.Mereka menemukan bahwa mutasi pada gen yang bernama Bace2, yang mengodekan enzim pembelahan protein prekursor, adalah dasar genetik yang paling mungkin menyebabkan warna bulu cokelat dan putih, sebut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Senin (4/3) dalam jurnal Amerika Serikat, Proceedings of the National Academy of Sciences.Analisis genom lebih lanjut terhadap 192 ekor panda tangkaran berbulu hitam dan putih menunjukkan bahwa tidak ada satu pun dari mereka yang membawa mutasi tersebut. Selain itu, model tikus yang direkayasa secara genetik dengan mutasi ini menghasilkan bulu yang berwarna terang, ungkap penelitian tersebut.Hasil penelitian ini memberikan wawasan khusus mengenai dasar genetik dari variasi warna bulu pada satwa liar dan akan memandu pengembangbiakan ilmiah untuk panda cokelat yang langka, kata para peneliti.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Xi Jinping serukan agar internet bermanfaat lebih baik bagi masyarakat dunia
Indonesia
•
08 Nov 2023

Studi ungkap temuan baru pada evolusi telinga tengah mamalia
Indonesia
•
07 Dec 2023

Studi: Panas lautan dunia capai rekor tertinggi
Indonesia
•
16 Feb 2023

UNGA adopsi resolusi usulan China soal penguatan kerja sama internasional dalam pengembangan AI
Indonesia
•
02 Jul 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
