
CodePink: NATO bukan untuk keamanan global, melainkan sebuah aliansi peperangan

Foto yang diabadikan pada 6 April 2022 ini menunjukkan sebuah patung dan sejumlah bendera di kantor pusat NATO di Brussel, Belgia. (Xinhua/Zheng Huansong)
Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) bukanlah jangkar di lautan kejam yang bergejolak, melainkan katalisator yang mendidihkan kaldron perang atas nama kekaisaran AS.
New York City, AS (Xinhua) – Sekutu-sekutu Amerika dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO), seperti yang dikatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, bukanlah jangkar di lautan kejam yang bergejolak, melainkan katalisator yang mendidihkan kaldron perang atas nama kekaisaran AS, demikian disampaikan organisasi akar rumput feminis CodePink dalam sebuah unggahan blog pada Kamis (13/7)."NATO telah mendesak dunia ke dalam militerisasi yang lebih besar tepat pada momen yang sulit dalam sejarah ketika kita perlu menginvestasikan sumber daya untuk menangkis krisis iklim, yang mengancam masa depan planet ini dengan kehancuran ekosistem, kebakaran hutan, dan banjir," kata unggahan blog tersebut."Kita melihat bahwa modus operandi NATO adalah perang. NATO tidak pernah menjadi aliansi defensif. NATO menginvasi Yugoslavia pada 1999 tanpa mandat dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). NATO mengobarkan perang selama 20 tahun di Afghanistan, menjerumuskan orang-orang ke dalam kemiskinan dan kembali ke tangan Taliban. NATO secara ilegal menggulingkan pemerintahan Libya pada 2011," ungkap unggahan blog itu.Lebih lanjut unggahan blog tersebut menuturkan, "Selain perang dengan Rusia saat ini, NATO mengincar China, membangun aliansi militer Asia-Pasifik yang provokatif dengan Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Selandia Baru untuk melawan China."NATO juga menjadi sapi perah bagi produsen senjata, dan merupakan musuh perlucutan senjata nuklir dalam penentangannya terhadap Perjanjian PBB tentang Larangan Senjata Nuklir, imbuh blog tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Puncak kasus di Taiwan bisa terjadi pada awal Juni 2022
Indonesia
•
25 May 2022

Alasan di balik Washington tidak mendukung gencatan senjata di Ukraina
Indonesia
•
22 Mar 2023

Militer AS masih seliweran di Timur Tengah, Iran sebut AS agresif
Indonesia
•
31 Jan 2026

Turkiye denda Google hampir 15 juta dolar AS terkait pencarian hotel
Indonesia
•
14 Jun 2024


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
