Pakistan-China sepakat tingkatkan hubungan bilateral dan ekonomi

Bendera Pakistan (kiri) dan bendera China (kanan). (Indonesia Window)

Jakarta (Indonesia Window) – Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dan Presiden China Xi Jinping pada hari Selasa sepakat untuk lebih meningkatkan hubungan bilateral, termasuk realisasi penuh dari potensi yang ditawarkan oleh Fase-II Perjanjian Perdagangan Bebas guna mengatasi hambatan ekonomi.

Kedua pemimpin meninjau hubungan bilateral dan kerja sama selama percakapan telepon yang dilakukan Perdana Menteri Imran dengan Presiden Xi, kata Kantor PM Pakistan dalam sebuah pernyataan.

Khan menghargai keberhasilan China dalam menahan pandemik COVID-19 serta langkah-langkah bantuan negara Asia Timur ini bagi negara-negara berkembang, termasuk kerja sama vaksin dengan Pakistan, katanya.

“Melihat dampak negatif COVID-19 terhadap ekonomi global, kedua pemimpin sepakat untuk lebih memperkuat hubungan ekonomi dan komersial bilateral, termasuk realisasi penuh dari potensi yang ditawarkan oleh Fase-II Perjanjian Perdagangan Bebas China-Pakistan, untuk mengatasi hambatan ekonomi,” kata pernyataan itu.

Selain itu, PM Pakistan memuji keberhasilan implementasi proyek Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) yang berhasil, tepat waktu dan berkualitas tinggi, dan menyambut baik investasi China di Zona Ekonomi Khusus CPEC.

Khan juga menekankan bahwa pengerjaan awal proyek kereta api ML-1 akan melengkapi visi geo-ekonomi Pakistan untuk pembangunan nasional dan regional.

Kedua pemimpin sepakat untuk mempromosikan pembangunan hijau CPEC sebagai demonstrasi berkualitas tinggi dari Inisiatif Sabuk dan Jalan China (Belt and Road Initiative). CPEC yang ambisius diluncurkan pada 2015 ketika Presiden Xi mengunjungi Pakistan.

CPEC bertujuan untuk menghubungkan China bagian barat dengan pelabuhan Gwadar di Pakistan barat daya melalui jaringan jalan, kereta api dan proyek infrastruktur dan pembangunan lainnya.

Selain mengakui China mengambil peran utama dalam memerangi perubahan iklim, Khan juga memberi pengarahan kepada Presiden Xi tentang langkah-langkah luas Pakistan yang dilakukan untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, termasuk inisiatif Tsunami Sepuluh Miliar Pohon.

Inisiatif tersebut didukung oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) yang menetapkan penanaman sepuluh miliar pohon pada tahun 2023.

Diskusi kedua pemimpin itu juga mengarah ke Afghanistan. Khan dan Xi meminta masyarakat internasional untuk segera memberikan bantuan kemanusiaan dan ekonomi serta keterlibatan berkelanjutan yang diperlukan untuk membangun kembali negara yang dilanda perang itu.

PM Pakistan juga menekankan perlunya melanjutkan momentum pertukaran tingkat tinggi untuk lebih mendiversifikasi kemitraan dan kerja sama strategis antara kedua negara.

Sumber: theweek.in

Laporan: Redaksi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan