
Pakar WHO serukan respons yang lebih cepat terhadap perubahan iklim

Foto yang diabadikan pada 20 Juli 2022 ini menunjukkan kepulan asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan di El Barco de Valdeorras, Galicia, Spanyol. (Xinhua/Junta de Galicia)
Respons terhadap perubahan iklim saat ini "sangat tidak konsisten dan terlalu lambat", kata Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa Hans Kluge.
Kopenhagen, Denmark (Xinhua) – Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa Hans Kluge menyebut respons terhadap perubahan iklim saat ini "sangat tidak konsisten dan terlalu lambat" dalam sebuah pernyataan pada Senin (7/11)."Perubahan iklim dan krisis yang dipicunya sudah lama menjadi keadaan darurat kesehatan yang jelas. WHO dan mitra-mitranya telah lama memperingatkan tentang hal itu," ujar Kluge, seraya mendesak para partisipan Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP27) yang sedang berlangsung di Mesir untuk bertindak dengan lebih cepat dan lebih koheren.Untuk menghindari peningkatan paparan dan kerentanan terhadap gelombang panas dan peristiwa cuaca ekstrem lainnya, Kluge menyerukan dilakukannya langkah-langkah mitigasi dan adaptasi drastis yang dapat mengatasi perubahan iklim dan meningkatkan kesehatan individu, masyarakat, dan planet.
Seorang pengunjung terlihat di dekat sebuah bangunan yang sebagian terendam air di bekas pintu masuk Taman Nasional Danau Nakuru di Nakuru County, Kenya, pada 4 November 2022. (Xinhua/Sheikh Maina)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pilot ‘off-duty’ Alaska Airlines coba matikan mesin pesawat yang sedang terbang
Indonesia
•
25 Oct 2023

China perpanjang peringatan biru untuk badai pasir
Indonesia
•
12 Apr 2023

Arab Saudi tingkatkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja
Indonesia
•
16 Nov 2021

COVID-19 - 73 negara kehabisan antiretroviral AIDS
Indonesia
•
08 Jul 2020


Berita Terbaru

Serangan Israel di Lebanon hambat respons darurat dan penyaluran bantuan
Indonesia
•
30 May 2026

Populasi Jepang catat penurunan terbesar jadi 123,05 juta jiwa pada 2025
Indonesia
•
29 May 2026

AS, Meksiko, Kanada umumkan pembatasan perjalanan terkait risiko Ebola jelang Piala Dunia 2026
Indonesia
•
29 May 2026

Feature – Mahasiswi Indonesia raup pengalaman berharga selama kuliah di China
Indonesia
•
27 May 2026
