
AS luncurkan uji klinis obat oral pada manusia untuk hilangkan kontaminasi radioaktif

Foto yang diabadikan pada 11 Maret 2014 ini memperlihatkan gedung Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health/NIH) di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat. (Xinhua/Bao Dandan)
Obat penghilang kontaminasi radioaktif buatan Amerika Serikat bernama HOPO 14-1 dapat secara efektif menghilangkan banyak kontaminan radioaktif, termasuk uranium dan neptunium, selain juga plutonium, amerisium, dan kurium, pada penelitian praklinis.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Amerika Serikat (AS) meluncurkan uji klinis obat oral eksperimental pertama pada manusia untuk menghilangkan kontaminan radioaktif dari dalam tubuh, ungkap Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health/NIH) AS pada Senin (15/5).Uji klinis ini menguji keamanan, tolerabilitas, dan pemrosesan dalam tubuh terkait peningkatan dosis produk obat yang diteliti, yakni HOPO 14-1, pada orang dewasa sehat.Uji klinis tersebut dilakukan di sebuah lokasi di Plymouth, Michigan. Tim studi akan mendata 42 peserta sehat berusia 18 hingga 65 tahun dalam tujuh kelompok yang masing-masing terdiri dari enam orang.Setiap peserta dalam kelompok pertama akan menerima dosis HOPO 14-1 sebesar 100 miligram (mg). Kelompok-kelompok berikutnya akan menerima obat yang sedang diteliti tersebut dalam dosis yang semakin tinggi, hingga 7.500 mg pada kelompok terakhir.Peserta akan menjalani pemantauan keamanan intensif dan akan dipantau selama 14 hari untuk mengukur penyerapan, penyebaran, dan eliminasi obat tersebut.Badan Pengawas Obat dan Makanan AS telah menyetujui dua produk untuk menghilangkan kontaminasi radioaktif internal. Kedua obat ini diberikan secara intravena oleh penyedia layanan kesehatan dan dapat menghilangkan tiga unsur radioaktif, yakni plutonium, amerisium, dan kurium, menurut NIH.Sebaliknya, HOPO 14-1 diformulasikan sebagai kapsul oral, yang akan lebih mudah untuk disimpan, didistribusikan, serta diberikan dalam keadaan darurat dibandingkan obat intravena, lanjut NIH.Penelitian praklinis menunjukkan bahwa obat penghilang kontaminasi radioaktif HOPO 14-1 dapat secara efektif menghilangkan banyak kontaminan radioaktif, termasuk uranium dan neptunium, selain juga plutonium, amerisium, dan kurium, papar NIH.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Rusia uji vaksin Sputnik V untuk remaja 14-18 tahun
Indonesia
•
19 Feb 2021

Beijing luncurkan pemindaian telapak tangan untuk tiket kereta bawah tanah
Indonesia
•
23 May 2023

Ericsson "optimistis" tentang masa depan telekomunikasi di China
Indonesia
•
01 Mar 2024

COVID-19 – Ahli: Orang dengan antibodi tinggi mungkin terinfeksi tanpa gejala
Indonesia
•
05 Mar 2021


Berita Terbaru

Jepang temukan bahan kimia industri beracun lampaui ambang batas di 629 lokasi pemantauan air
Indonesia
•
30 Mar 2026

Jepang kembali batalkan uji terbang perdana kendaraan eksperimental roket ‘reusable’ akibat malafungsi
Indonesia
•
30 Mar 2026

Mengisap vape berpotensi picu kanker
Indonesia
•
31 Mar 2026

China luncurkan roket pengangkut Lijian-2 Y1
Indonesia
•
31 Mar 2026
