
NASA dan ISRO akan luncurkan bersama satelit pengamatan Bumi pada akhir Juli

Satelit navigasi generasi kedua, NVS-01, diluncurkan menggunakan roket Wahana Peluncur Satelit Geosinkron habis pakai (expendable) dari Pusat Antariksa Satish Dhawan di Sriharikota, Negara Bagian Andhra Pradesh, India, pada 29 Mei 2023. (Xinhua/UNI)
NISAR akan menjadi satelit pertama yang dilengkapi radar apertur sintetis L-band dan S-band, untuk memindai hampir seluruh permukaan daratan dan es Bumi dua kali setiap 12 hari.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – NASA dan Organisasi Penelitian Antariksa India (Indian Space Research Organization/ISRO) telah menjadwalkan peluncuran misi bersama untuk pengamatan Bumi pada 30 Juli tahun ini, ungkap NASA pada Senin (21/7).Satelit Radar Apertur Sintetis NASA-ISRO (NASA-ISRO Synthetic Aperture Radar/NISAR) akan diluncurkan menggunakan Wahana Peluncur Geosinkron ISRO dari Pusat Antariksa Satish Dhawan milik ISRO, yang terletak di pesisir tenggara India.Misi ini menandai tonggak sejarah dalam kerja sama antariksa antara Amerika Serikat (AS) dan India. Sebelumnya pada tahun ini, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi memuji NISAR sebagai bagian penting dari tahun perintisan kerja sama antariksa sipil AS-India.NISAR akan menjadi satelit pertama yang dilengkapi radar apertur sintetis L-band dan S-band. NISAR dirancang untuk memindai hampir seluruh permukaan daratan dan es Bumi dua kali setiap 12 hari, ungkap NASA.Satelit tersebut akan memantau perubahan ekosistem darat, melacak pertumbuhan dan penyusutan lapisan es, gletser, dan es laut, serta mengukur pergeseran tektonik di kerak bumi.NASA mengatakan data misi tersebut akan tersedia secara gratis bagi pengguna global dari seluruh disiplin ilmu, dengan potensi penerapannya dalam tanggap bencana, pemantauan infrastruktur, dan perencanaan pertanian.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Wahana kargo China Tianzhou-5 lakukan ‘docking’ dengan kombinasi stasiun luar angkasa
Indonesia
•
13 Nov 2022

China catat lebih dari 1 miliar pengguna audiovisual daring
Indonesia
•
31 Mar 2024

Ilmuwan Australia ungkap bahaya tersembunyi pestisida di ekosistem akuatik
Indonesia
•
25 Jun 2025

Peneliti China ungkap mekanisme panen tinggi tomat hasil budi daya
Indonesia
•
12 Apr 2024


Berita Terbaru

OpenAI akan tutup aplikasi video Sora
Indonesia
•
25 Mar 2026

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Lab fisika partikel di Jenewa jadi yang pertama di dunia lakukan pemindahan antimateri
Indonesia
•
25 Mar 2026

Ilmuwan China ungkap alasan nyeri memburuk pada malam hari
Indonesia
•
21 Mar 2026
