
Empat produsen mobil listrik China jadikan Indonesia basis manufaktur untuk ekspor

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia melakukan pertemuan dengan perwakilan produsen otomotif China di Beijing pada 12 Juni 2024. (Sumber: Kementerian Perindustrian Republik Indonesia)
Neta merakit mobil terbarunya, Neta V-II, di pabrik lokal dan telah memenuhi standar minimal kandungan bahan lokal sebesar 40 persen, kemudian menargetkan peningkatan standar tersebut menjadi 60 persen pada tahun depan.
Jakarta (Xinhua) – Pemerintah Indonesia mendorong empat produsen mobil listrik asal China yang telah memiliki pabrik di Indonesia yaitu Wuling, Chery, Neta, serta Sokonindo (DFSK dan Seres) untuk menggenjot ekspor, khususnya di segmen mobil listrik setir kanan.Dalam pertemuan dengan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (RI) belum lama ini, keempat perusahaan tersebut menyambut baik harapan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ekspor, baik melalui penambahan volume maupun jumlah negara tujuan ekspor dari pabrik-pabrik di Indonesia."Perusahaan sepakat untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik setir kanan untuk diekspor ke 54 negara pengguna mobil setir kanan," kata Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang usai bertemu dengan para pelaku industri otomotif China di Beijing pada Rabu (12/6).Pemerintah RI juga mendorong para pelaku industri otomotif asal China untuk dapat melibatkan produsen komponen dalam negeri dari hulu ke hilir, sehingga dapat mewujudkan target seluruh mata rantai produksi berada di Indonesia.Neta merakit mobil terbarunya, Neta V-II, di pabrik lokal dan telah memenuhi standar minimal kandungan bahan lokal sebesar 40 persen, kemudian menargetkan peningkatan standar tersebut menjadi 60 persen pada tahun depan. Sementara itu, Wuling telah menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur terbesarnya di luar China dengan telah melakukan ekspor ke 11 negara.Pemerintah berharap Wuling dapat meningkatkan jumlah negara tujuan ekspornya dan membantu Indonesia menjadi pusat manufaktur kendaraan listrik di kawasan. Selain itu, Sokonindo dan Chery juga telah memiliki pabrik di tanah air.Berdasarkan data Kementerian Perindustrian RI, saat ini Sokonindo memiliki kapasitas produksi 50.000 unit, Wuling 120.000 unit, dan Chery mampu memproduksi hingga 8.000 unit, sementara Neta memiliki rencana produksi sebesar 9.300 unit.Selain empat merek tersebut, pendatang baru BYD juga akan membangun pabrik di lahan seluas 108 hektare di Subang, Provinsi Jawa Barat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rio Tinto akhiri hubungan komersial dengan bisnis Rusia
Indonesia
•
11 Mar 2022

Presiden Prabowo resmikan 37 proyek strategis ketenagalistrikan
Indonesia
•
20 Jan 2025

Mobil listrik pertama Chery di Indonesia telah terjual lebih dari 2.400 unit
Indonesia
•
13 Mar 2024

Tajuk Xinhua: China dan Asia Tengah sambut KTT bersejarah pererat hubungan (Bagian 2 – selesai)
Indonesia
•
18 May 2023


Berita Terbaru

Presiden Prabowo resmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik, tonggak baru industrialisasi hijau nasional
Indonesia
•
10 Apr 2026

Proyek melamin pertama Indonesia jadi tonggak penting dalam pengembangan industri hilir
Indonesia
•
10 Apr 2026

Disney akan PHK hingga 1.000 pekerja
Indonesia
•
10 Apr 2026

Malaysia duduki peringkat teratas di Asia Tenggara terkait daya tarik investasi global
Indonesia
•
10 Apr 2026
