Harimau mangsa 1 orang, otoritas kehutanan keluarkan peringatan merah di Madhya Pradesh India

Seekor harimau Malaya minum air di Zoo Negara di dekat Kuala Lumpur, Malaysia, pada 23 Juli 2023. (Xinhua/Cheng Yiheng)
Negara Bagian Madhya Pradesh menjadi rumah bagi 785 harimau berdasarkan penghitungan terbaru yang dirilis pada 2023.
New Delhi, India (Xinhua) – Peringatan merah dikeluarkan di 36 desa di Negara Bagian Madhya Pradesh, India tengah, di saat seekor harimau berkeliaran usai membunuh seorang pria, demikian disampaikan oleh otoritas kehutanan pada Sabtu (18/5).Peringatan tersebut berlaku di desa-desa yang terletak di Distrik Raisen di dekat Bhopal, ibu kota Madhya Pradesh."Peringatan merah dikeluarkan pada Jumat (17/5) untuk 36 desa yang berada di wilayah seluas 150 km persegi. Masyarakat telah diminta untuk tidak memasuki hutan sampai hewan tersebut ditangkap," tutur pejabat senior departemen kehutanan, Vijay Kumar, seperti dikutip media setempat.Menurut otoritas kehutanan, jasad seorang pria berusia 62 tahun yang setengah bagian badannya telah dimangsa oleh hewan tersebut ditemukan pada Rabu (15/5) di wilayah timur divisi Hutan Raisen. Pria itu diserang saat memetik daun tendu di hutan.Serangan tersebut memicu kepanikan di desa-desa karena harimau pembunuh itu masih berkeliaran dan kerap berpindah lokasi.Otoritas kehutanan mengatakan bahwa tiga tim ahli telah menempatkan lebih dari 100 kamera di dalam wilayah maupun di sekitar 36 desa tersebut untuk melacak hewan itu dan memantau pergerakannya.Otoritas kehutanan menduga harimau tersebut kabur dari Suaka Margasatwa Ratapani di divisi Hutan Obaidullahganj di Raisen.Negara Bagian Madhya Pradesh menjadi rumah bagi 785 harimau berdasarkan penghitungan terbaru yang dirilis pada 2023.Pakar satwa liar mengatakan bahwa urbanisasi massal, penggundulan hutan, pelanggaran batas lahan hutan, dan hilangnya zona netral (buffer zone) di hutan adalah beberapa faktor yang mendorong satwa liar masuk ke area permukiman.Setiap tahun, sejumlah besar orang tewas atau terluka akibat konflik manusia-hewan yang semakin meningkat di India.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

LSPR-Universitas Gunadarma kerja sama tingkatkan mutu lembaga
Indonesia
•
07 Jan 2022

NYT: Anak-anak migran di AS jadi tenaga kerja kasar
Indonesia
•
03 Mar 2023

Penyintas Pembantaian Nanjing wafat, tersisa 32 orang yang masih hidup
Indonesia
•
23 Jul 2024

Presiden ICRC puji peran China dalam tegakkan hukum humaniter internasional di Gaza
Indonesia
•
10 Dec 2023
Berita Terbaru

AS dan Kanada belum terkalahkan di cabor hoki es putri Olimpiade Musim Dingin 2026
Indonesia
•
13 Feb 2026

Rangkuman – Hari ke-4 Olimpiade Musim Dingin 2026: Norwegia sabet 3 medali emas, Italia juara seluncur cepat lintasan pendek estafet beregu campuran
Indonesia
•
13 Feb 2026

Feature – Tetap bugar di kala hujan dan banjir dengan pengobatan tradisional China
Indonesia
•
11 Feb 2026

Pumpunan – Hari ke-2 Olimpiade Musim Dingin 2026: Kecelakaan Lindsey Vonn, Sander Eitrem pecahkan rekor seluncur cepat Olimpiade
Indonesia
•
09 Feb 2026
