
Ilmuwan China gunakan model bahasa protein AI untuk ungkap misteri evolusi kehidupan

Para wisatawan menyaksikan paus putih di Sunasia Ocean World di Dalian, Provinsi Liaoning, China timur laut, pada 22 Mei 2024. (Xinhua/Zhang Lei)
Model bahasa protein dapat memahami karakteristik struktural dan fungsional yang lebih dalam serta pola di balik sekuens asam amino.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kelelawar dan paus bergigi berasal dari kelompok hewan yang sangat jauh hubungannya secara evolusi, namun keduanya secara independen mengembangkan kemampuan untuk mendeteksi lingkungannya melalui ekolokasi.Tim peneliti China telah mengungkap mekanisme kunci yang menjelaskan mengapa organisme yang berbeda secara independen mengembangkan fungsi yang serupa saat beradaptasi dengan lingkungan yang serupa, menggunakan model bahasa protein kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).Evolusi konvergen, atau konvergensi, merujuk pada kemunculan berulang dan independen dari sifat yang sama pada dua atau lebih garis keturunan spesies selama proses evolusi, sering kali menandakan adaptasi fungsional terhadap faktor lingkungan tertentu.Tim peneliti dari Institut Zoologi Akademi Ilmu Pengetahuan China menemukan peran krusial fitur protein tingkat tinggi dalam konvergensi adaptif.Tim yang dipimpin oleh Zou Zhengting mengusulkan kerangka kerja analisis komputasional bernama "ACEP". Inovasi inti kerangka kerja ini terletak pada penggunaan model bahasa protein yang telah dilatih sebelumnya.Zou menjelaskan, "Model bahasa protein dapat memahami karakteristik struktural dan fungsional yang lebih dalam serta pola di balik sekuens asam amino."Temuan tersebut belum lama ini diterbitkan dalam jurnal akademik internasional Proceedings of the National Academy of Sciences."Penelitian ini tidak hanya memperdalam pemahaman tentang hukum evolusi kehidupan, tetapi juga menunjukkan potensi besar teknologi AI dalam menyelesaikan masalah biologis yang kompleks," kata Zou. "Kami berharap dapat mencapai penerapan yang lebih luas dan efektif dari teknologi AI dalam biologi evolusi di masa depan."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Pemutihan karang berdampak pada 98 persen Great Barrier Reef Australia
Indonesia
•
06 Nov 2021

Teknologi ‘Organic Rankine Cycle’ ubah panas buangan dari jadi energi listrik
Indonesia
•
24 May 2026

China luncurkan model AI untuk lindungi lahan pertanian berstandar tinggi
Indonesia
•
07 Dec 2025

Tim ilmuwan China ciptakan strain padi yang dapat tingkatkan kesehatan jantung
Indonesia
•
18 Feb 2025


Berita Terbaru

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026

Dibekali kamera 200MP, Huawei nova 16s Series 5G resmi meluncur di Indonesia
Indonesia
•
22 Oct 2026
