
Tim peneliti China identifikasi terapi bakteri yang berpotensi efektif cegah dan obati kanker usus besar

Profesor Li Xiangkai (tengah) mengamati probiotik yang berasal dari 'Jiangshui', makanan fermentasi tradisional di China barat laut, di Universitas Lanzhou di Provinsi Gansu, China barat laut, pada 10 September 2024. (Xinhua)
Terapi bakteri dapat menjadi metode baru yang menjanjikan untuk pencegahan dan pengobatan kanker kolorektal atau kanker usus besar.
Lanzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Terapi bakteri dapat menjadi metode baru yang menjanjikan untuk pencegahan dan pengobatan kanker kolorektal atau kanker usus besar, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti China.Studi terbaru yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Hayati Universitas Lanzhou di Provinsi Gansu, China barat laut, mengungkap bahwa probiotik limosilactobacillus fermentum GR-3 yang berasal dari "Jiangshui", makanan fermentasi tradisional di China barat laut, menunjukkan potensi untuk meningkatkan apoptosis pada sel tumor usus besar dan menghambat pembiakannya.Profesor Li Xiangkai, ketua tim penelitian sekaligus profesor di Fakultas Ilmu Hayati Universitas Lanzhou, menjelaskan bagaimana studi tersebut menunjukkan bahwa pasien kanker usus besar sering mengalami ketidakseimbangan mikrobiota usus serta keadaan peroksidasi yang terus-menerus dalam sel tumor. Tidak seperti antioksidan konvensional, probiotik seperti Lactobacillus GR-3 dapat secara khusus menyasar lingkungan mikro tumor sekaligus mengatur flora usus.Tim peneliti yang dipimpin oleh Li berhasil mengisolasi Lactobacillus GR-3, sebuah galur yang memiliki sifat antioksidan yang kuat. Baik pada model tikus hiperurisemia maupun uji klinis, galur ini menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam meningkatkan proses degradasi asam urat dengan memodulasi mikrobioma usus. Berdasarkan temuan tersebut, tim peneliti mengeksplorasi potensi Lactobacillus GR-3 dalam mencegah kanker usus besar melalui efeknya terhadap flora usus serta sistem kekebalan tubuh pasien.Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa Lactobacillus GR-3 secara signifikan mengurangi pertumbuhan tumor usus besar pada tikus yang diberi obat serta menunjukkan efek terapeutik positif. Galur itu tidak hanya menurunkan massa tumor, tetapi juga memperbaiki komposisi metabolit mikroba usus, meningkatkan apoptosis pada sel kanker usus besar, dan menghambat pembiakan sel kanker tersebut.Tim peneliti itu akan melakukan studi lanjutan untuk menyelidiki mekanisme kerja spesifik Lactobacillus GR-3 dan mengevaluasi efikasi klinisnya.Kanker usus besar adalah salah satu jenis kanker yang paling umum di China. Di saat penelitian yang sudah ada secara umum berfokus pada bagaimana probiotik mengatur sistem imun, studi tentang sifat antioksidan dan kemampuannya untuk memodulasi mikrobiota usus masih relatif sedikit."Studi kami bertujuan untuk mengidentifikasi probiotik dengan kapasitas antioksidan yang kuat dan efek regulasi flora usus yang kuat, memberikan wawasan baru tentang upaya mencegah dan menghambat kanker usus besar," kata Li.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Obat penurun berat badan Wegovy kurangi risiko penyakit jantung hingga 20 persen
Indonesia
•
09 Aug 2023

China umumkan rencana aksi untuk pengembangan infrastruktur daya komputasi
Indonesia
•
10 Oct 2023

COVID-19 – Sepertiga mantan penderita alami kesehatan mental
Indonesia
•
12 Apr 2021

Dorong pengembangan ruang angkasa komersial, Beijing luncurkan proyek ‘rocket street’
Indonesia
•
15 Jul 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
