
Misinformasi soal campak menyebar cepat saat kasusnya meningkat di seluruh AS

Foto yang diabadikan pada 4 Agustus 2022 ini menunjukkan Gedung Putih dan rambu berhenti di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Misinformasi soal campak dan vaksinnya menyebar dengan cepat di seluruh Amerika Serikat, saat negara tersebut dihadapkan dengan wabah penyakit paling serius dalam satu dekade terakhir itu.
Sacramento, Amerika Serikat, 24 April (Xinhua/Indonesia Window) – Misinformasi soal campak dan vaksinnya menyebar dengan cepat di seluruh Amerika Serikat (AS), saat negara tersebut dihadapkan dengan wabah penyakit paling serius dalam satu dekade terakhir itu, demikian dilaporkan sebuah survei baru yang dirilis oleh KFF Health News pada Rabu (23/4).Hingga 17 April, total 800 kasus terkonfirmasi campak telah dilaporkan oleh 25 negara bagian, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.Sebagian besar kasus berpusat di Texas Barat, di mana wabah ini telah merenggut nyawa dua anak usia sekolah yang sehat namun tidak divaksinasi. Sementara itu, satu orang dewasa yang tidak divaksinasi dilaporkan meninggal di New Mexico."Hal yang paling mengkhawatirkan dari survei itu adalah kami melihat adanya peningkatan jumlah orang yang pernah mendengar klaim-klaim ini," kata Ashley Kirzinger, associate director Program Riset Opini Publik dan Survei (Public Opinion and Survey Research Program) KFF.Pemerintahan Presiden AS Donald Trump menunjukkan urgensi yang minim dalam menangani wabah ini. Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Robert F. Kennedy Jr. menyebut wabah campak sebagai "hal yang biasa" dan dia pun tidak menekankan vaksinasi dalam pernyataan publiknya.Survei ini juga mengungkapkan adanya perbedaan tajam antara kelompok partisan dalam hal kesadaran dan kepercayaan tentang campak. Sekitar dua pertiga orang tua yang condong ke Partai Republik tidak mengetahui adanya peningkatan kasus campak saat ini, sementara dua pertiga orang tua yang condong ke Partai Demokrat mengetahui situasi tersebut.Di kalangan orang tua yang memercayai setidaknya satu klaim yang salah, satu dari empat orang tua melaporkan melewatkan atau menunda vaksinasi yang dianjurkan untuk anak-anak mereka, lebih dari dua kali lipat jumlah orang tua yang menolak semua klaim yang salah.Para pakar kesehatan masyarakat memperingatkan bahwa ketidakpastian ini menciptakan kerentanan yang berbahaya terhadap misinformasi, terutama karena skeptisisme terhadap vaksin terus meningkat setelah pandemi COVID-19.Meskipun campak telah dinyatakan lenyap di AS pada 2000, tingkat vaksinasi yang menurun memungkinkan penyakit ini kembali muncul dan berpotensi mengancam status bebas campak yang telah dicapai negara tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan dunia bahas masa depan ilmu pengetahuan dalam World Laureates Forum
Indonesia
•
07 Nov 2022

RD Kongo gelar vaksinasi mpox tahap kedua
Indonesia
•
29 Oct 2024

Populasi Jepang turun di seluruh 47 prefekturnya untuk kali pertama
Indonesia
•
01 Aug 2023

Pemerintah Saudi tetapkan denda 7,6 juta rupiah jika alat cukur sekali pakai digunakan kembali
Indonesia
•
11 Jan 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
