
Misi antariksa China akan ambil sampel asteroid

Seorang wanita terlihat memotret dalam sebuah pameran kedirgantaraan di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 23 April 2024. (Xinhua/Du Zixuan)
Misi Tianwen-2 akan melakukan penerbangan flyby (operasi penerbangan antariksa di mana wahana antariksa melintas dekat sebuah benda di ruang angkasa) dan pengambilan sampel asteroid.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China akan melaksanakan berbagai misi luar angkasa intensif, termasuk Tianwen-2 untuk eksplorasi asteroid, pada tahun 2025, menurut seorang pejabat dari Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) pada Kamis (17/4).Misi Tianwen-2 akan melakukan penerbangan flyby (operasi penerbangan antariksa di mana wahana antariksa melintas dekat sebuah benda di ruang angkasa) dan pengambilan sampel asteroid, sementara wahana antariksa berawak Shenzhou-20 dan Shenzhou-21 juga dijadwalkan untuk diluncurkan tahun ini, kata Liu Yunfeng, wakil direktur departemen rekayasa sistem CNSA, dalam konferensi pers menjelang Hari Antariksa China.Berkenaan dengan kerja sama internasional, Liu mengonfirmasi dua proyek besar, yaitu misi luar angkasa gabungan China-Eropa, Solar Wind Magnetosphere Ionosphere Link Explorer (SMILE), yang bertujuan untuk mengungkap bagaimana angin surya berinteraksi dengan magnetosfer Bumi, dan satelit pemantauan elektromagnetik yang dikembangkan bersama oleh China dan Italia, yang akan mendukung penelitian terkait prediksi gempa bumi.China akan memperdalam kerja sama luar angkasa dengan negara-negara peserta Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI), negara-negara BRICS, dan mitra Eropa, kata Liu. Upaya yang dilakukan akan berfokus pada pengembangan kolaborasi di bidang eksplorasi Bulan dan luar angkasa dalam, termasuk upaya bersama untuk mendukung pembangunan stasiun riset Bulan internasional, imbuhnya.Dalam kerangka BRICS, China akan terus mendorong pengembangan Konstelasi Satelit Pengindraan Jauh BRICS (BRICS Remote Sensing Satellite Constellation) untuk meningkatkan pertukaran data darurat bencana, ujar Liu.China juga akan menyediakan layanan satelit bagi negara-negara mitra BRI, mendukung pengembangan kapasitas luar angkasa mereka, dan mendorong kemajuan berkelanjutan di bidang pertanian, pencegahan bencana, dan inisiatif kota pintar, imbuhnya.Liu juga memaparkan acara-acara yang direncanakan untuk Hari Antariksa China ke-10 yang akan diselenggarakan pada 24 April di Shanghai, termasuk upacara pembukaan, pameran ilmu antariksa, forum budaya, dan konferensi akademik.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti ungkap kaitan antara asupan gula dan masalah kesehatan berbahaya
Indonesia
•
17 May 2023

Ilmuwan China identifikasi target kunci untuk pengobatan adenomiosis yang dialami banyak wanita
Indonesia
•
23 Aug 2025

China luncurkan studi autisme skala besar terapi transplantasi feses
Indonesia
•
23 Jan 2022

Peneliti China pelajari mekanisme goji beri cegah Alzheimer
Indonesia
•
23 Jan 2022


Berita Terbaru

China bantah AI-nya “meniru” AS: Kami membangunnya dengan kekuatan sendiri
Indonesia
•
10 Sep 2026

XPeng mulai produksi massal robot humanoid, IRON siap dijual ke dunia pada 2027
Indonesia
•
09 Sep 2026

Makam berusia lebih dari 4.000 tahun ditemukan di Saqqara, Mesir
Indonesia
•
09 Sep 2026

Huawei habiskan 319 triliun rupiah untuk riset, Mate XT 2 dan cip baru jadi hasilnya
Indonesia
•
07 Sep 2026
