
PBB bebaskan 410 anak dari kelompok bersenjata di RD Kongo

Tentara terlihat sedang berpatroli di Kota Oicha di wilayah Beni, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, pada 17 Agustus 2025. (Xinhua/Str)
Misi penjaga perdamaian bekerja untuk mencegah dan merespons pelanggaran berat terhadap anak-anak, termasuk perekrutan dan pemanfaatan mereka oleh pasukan dan kelompok-kelompok bersenjata.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) bekerja sama untuk membebaskan 410 anak yang ditahan oleh kelompok bersenjata di Republik Demokratik (RD) Kongo bagian timur, demikian disampaikan juru bicara (jubir) PBB pada Selasa (7/10).Stephane Dujarric, jubir sekretaris jenderal (sekjen) PBB Antonio Guterres, mengatakan bahwa misi penjaga perdamaian PBB di RD Kongo, yang dikenal sebagai MONUSCO, bekerja sama dengan UNICEF dari Januari hingga September untuk membebaskan 344 anak laki-laki dan 66 anak perempuan yang ditahan oleh kelompok bersenjata di provinsi Kivu Utara dan Ituri.Dujarric menyebutkan bahwa anak-anak yang dibebaskan itu telah dirujuk ke layanan yang akan membantu mereka kembali berintegrasi ke dalam kehidupan normal setelah pengalaman yang mereka alami."Selama periode yang sama, sebanyak 165 kasus perekrutan dan pemanfaatan anak-anak (oleh kelompok bersenjata) telah diverifikasi oleh PBB, termasuk 30 anak perempuan dan 135 anak laki-laki," ujarnya. "Kolega kami menyampaikan bahwa angka-angka ini menyoroti kerentanan yang terus berlanjut bagi anak-anak di wilayah yang terdampak konflik, sekaligus menekankan kebutuhan mendesak akan langkah-langkah perlindungan yang berkelanjutan, termasuk pencegahan, akuntabilitas, dan dukungan reintegrasi jangka panjang".Dujarric mengatakan bahwa di bawah kerangka kerja PBB mengenai anak-anak dan konflik bersenjata, misi penjaga perdamaian bekerja untuk mencegah dan merespons pelanggaran berat terhadap anak-anak, termasuk perekrutan dan pemanfaatan mereka oleh pasukan dan kelompok-kelompok bersenjata.Jubir PBB itu juga mengatakan bahwa MONUSCO mendukung otoritas nasional RD Kongo dalam melaksanakan rencana aksi, memperkuat kapasitas aparat keamanan, dan melaporkan berbagai pelanggaran melalui mekanisme pemantauan dan pelaporan PBB, dengan tujuan meningkatkan akuntabilitas dan perlindungan terhadap anak-anak.MONUSCO, yang memiliki layanan perlindungan anak terbesar di antara semua misi penjaga perdamaian PBB, menyebutkan di situs jejaringnya bahwa pasukan penjaga perdamaian telah membantu membebaskan ribuan anak yang berkaitan dengan pasukan dan kelompok-kelompok bersenjata. Misi tersebut juga menyatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan teknis untuk reformasi legislatif RD Kongo guna memperkuat sistem perlindungan anak.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Tiga generasi pecinta Kung Fu: Kisah mahasiswi Indonesia belajar Tai Chi di China
Indonesia
•
18 Mar 2026

Jamaah yang sakit tidak diizinkan umroh
Indonesia
•
13 Oct 2020

Pencabutan syarat karantina Arab Saudi turunkan biaya rekrutmen pekerja rumah tangga
Indonesia
•
17 Mar 2022

Resensi – ‘Sang Penatap Matahari’, novel inspiratif sang duta syariah
Indonesia
•
18 Dec 2021


Berita Terbaru

Feature – ‘Becoming Chinese’ di Kunming, perjalanan menelusuri akar budaya seorang ‘blogger’ Tionghoa-Amerika
Indonesia
•
30 Apr 2026

Indonesia-China perkuat kerja sama pendidikan vokasi dalam Forum CITIEA 2026
Indonesia
•
28 Apr 2026

Volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris dipromosikan di Indonesia
Indonesia
•
28 Apr 2026

Afghanistan berisiko kehilangan 25.000 guru dan nakes perempuan per 2030
Indonesia
•
29 Apr 2026
