
Feature – Hujan dan musim dingin perparah penderitaan pengungsi Palestina di Gaza

Seorang pria terlihat di dalam tenda yang terendam banjir usai hujan deras di wilayah Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 25 November 2024. Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (25/11) mengatakan bahwa mereka bersama mitra-mitranya telah mengevaluasi kerusakan akibat banjir sebagai respons atas sejumlah lokasi pengungsian warga Gaza yang diguyur hujan lebat akhir pekan lalu. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Musim dingin di Gaza berarti semakin banyak orang akan terancam kehilangan nyawa mereka karena menggigil kedinginan, terutama mereka yang paling rentan, termasuk orang tua dan anak-anak.
Gaza, Palestina (Xinhua) – "Kami melarikan diri dari penembakan Israel dan kematian di Gaza, tetapi sekarang kami tenggelam dalam hujan dan air laut," keluh Abbas Lafi (50), seorang pengungsi Palestina yang kini tinggal di Khan Younis.Ayah tujuh anak itu menceritakan kepada Xinhua bahwa dirinya terbangun pada larut malam dan mendapati keluarganya mengapung di atas air, dengan kasur dan barang-barang yang basah kuyup di dalam tenda mereka, hanya beberapa bulan setelah tenda tersebut didirikan di pesisir wilayah Mawasi di Khan Younis, Gaza selatan.Meskipun tenda itu terlalu bobrok untuk melindungi mereka dari dinginnya musim dingin atau panasnya musim panas, Lafi tetap berusaha mengeluarkan air dari tenda mereka dan menyelamatkan semua barang yang masih bisa diselamatkan. Dia menjelaskan bahwa sulit bagi mereka untuk mengganti kasur atau selimut karena minimnya bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan.Musab Sahweil, seorang pengungsi lain di Khan Younis, juga mengalami hal serupa setelah mengungsi dari rumahnya di Kota Beit Hanoun, Gaza utara."Hujan dan air laut yang mengamuk menyeret semuanya, tenda, kasur, pakaian," kata pria berusia 39 tahun itu, sambil duduk di samping tendanya yang hancur dengan air mata berlinang. Dengan hanya membawa sedikit barang yang bisa mereka bawa setelah terbangun dari tidurnya karena banjir, keluarga Sahweil pergi ke tenda saudaranya yang berada agak jauh dari pantai.
Seorang anak laki-laki terlihat di dalam tenda yang terendam banjir usai hujan deras di wilayah Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 25 November 2024. Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (25/11) mengatakan bahwa mereka bersama mitra-mitranya telah mengevaluasi kerusakan akibat banjir sebagai respons atas sejumlah lokasi pengungsian warga Gaza yang diguyur hujan lebat akhir pekan lalu. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Anak-anak terlihat di dekat tenda yang rusak akibat hujan deras di wilayah Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 25 November 2024. Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (25/11) mengatakan bahwa mereka bersama mitra-mitranya telah mengevaluasi kerusakan akibat banjir sebagai respons atas sejumlah lokasi pengungsian warga Gaza yang diguyur hujan lebat akhir pekan lalu. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Orang-orang berjalan di jalan berlumpur setelah hujan deras di sebuah tempat penampungan sementara untuk para pengungsi di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 26 November 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Jasad ditemukan 11 tahun setelah bencana tambang di Selandia Baru
Indonesia
•
17 Nov 2021

Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR luncurkan pusat kepemimpinan
Indonesia
•
28 May 2022

Lebih dari 32.700 migran tewas di Mediterania sejak 2014
Indonesia
•
04 Oct 2025

Taiwan sambut Tahun Baru 2023 dengan 16.000 kembang api
Indonesia
•
02 Jan 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengintip keseruan ajang Muse Super Anime Pop Up 2026 bagi pencinta anime di Jakarta
Indonesia
•
11 Apr 2026

Feature – Universitas di Iran tetap jalankan misi pendidikan di tengah pengeboman
Indonesia
•
08 Apr 2026

Feature – Si miskin Zhang Xue ciptakan sepeda motor balap yang menangkan kejuaraan dunia
Indonesia
•
08 Apr 2026

Feature – Mau anak lebih cerdas, ajari bahasa ibu sejak dini
Indonesia
•
06 Apr 2026
