
PM Israel: Negara-negara yang tampung Hamas akan jadi target serangan berikutnya

Foto yang diabadikan pada 1 September 2025 ini menunjukkan tenda-tenda pengungsi Palestina di Jalan al-Rasheed di Gaza City. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Militer Israel terus melanjutkan serangannya di Gaza, dengan tiga gelombang serangan menyasar 360 lokasi di Gaza City sejak pekan lalu.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Negara-negara yang menampung para pemimpin Hamas atau kelompok-kelompok lain yang dianggap musuh oleh Israel dapat menjadi target jika mereka gagal untuk menindak kelompok-kelompok tersebut, demikian peringatan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu (10/9), sehari setelah serangan Israel ke Doha, Qatar, yang dengan cepat menuai kecaman luas dari dunia internasional."Saya katakan kepada Qatar dan semua negara yang menyembunyikan teroris, Anda harus mengusir mereka atau mengadili mereka ... karena jika Anda tidak melakukannya, kami yang akan melakukannya," kata PM Netanyahu dalam sebuah pernyataan via video.Israel belum merilis rincian tentang hasil serangan udaranya di Doha pada Selasa (9/9). Serangan tersebut menargetkan sebuah gedung yang digunakan oleh pejabat senior Hamas dalam apa yang digambarkan otoritas Israel sebagai upaya untuk membunuh para pemimpin kelompok yang "bertanggung jawab langsung" atas serangan 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang.Hamas pada Selasa mengatakan serangan Israel tersebut terjadi ketika delegasinya sedang mendiskusikan proposal gencatan senjata baru yang diajukan oleh Washington. Menurut kelompok tersebut, tim negosiator selamat, namun enam orang lainnya tewas.Pada Rabu, saluran televisi milik pemerintah Israel, Kan TV, melaporkan bahwa menurut perkiraan, serangan tersebut telah gagal mencapai target yang diinginkan.Qatar bersumpah akan menerapkan pendekatan "komprehensif" untuk merespons serangan Israel tersebut dan mencegah serangan di masa mendatang, seraya menyatakan bahwa Qatar tidak akan menoleransi pelanggaran apa pun terhadap kedaulatannya.Sementara itu, militer Israel terus melanjutkan serangannya di Gaza, mengatakan bahwa angkatan udaranya telah melakukan tiga gelombang serangan ke 360 lokasi di Gaza City sejak pekan lalu.Sedikitnya 41 orang tewas di seluruh Gaza pada Rabu, sehingga total korban tewas di daerah kantong tersebut bertambah menjadi 64.656 orang sejak Oktober 2023, kata otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza. Menurut otoritas tersebut, serangan Israel yang sedang dilancarkan di Gaza juga telah menghancurleburkan sebagian besar wilayah Gaza menjadi reruntuhan dan menyebabkan kelaparan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemenlu China sebut Filipina tingkatkan ketegangan di Laut China Selatan
Indonesia
•
19 Dec 2023

Telaah – Perundingan Iran-AS dilanjutkan, tetapi bisakah kepercayaan dibangun?
Indonesia
•
15 Apr 2025

Uni Eropa janjikan dukung Ukraina, tapi sanksi baru Rusia belum siap
Indonesia
•
30 May 2022

Haji1443 – Arab Saudi umumkan penyelenggaraan ibadah tahun ini sukses
Indonesia
•
11 Jul 2022


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
