
MIKTA beri penghormatan kepada Penjaga Perdamaian Indonesia di Sentul

Para duta besar dan perwakilan negara-negara anggota MIKTA—Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia—mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Indonesia di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8). (RIN Management Sentul)
MIKTA beri penghormatan kepada Penjaga Perdamaian Indonesia menyusul gugurnya personel Indonesia yang bertugas dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Maret 2026.
Sentul, Jawa Barat (Indonesia Window) – Para duta besar dan perwakilan negara-negara anggota MIKTA—Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia—mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Indonesia di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penghormatan itu dilakukan menyusul gugurnya personel Indonesia yang bertugas dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Maret 2026.
Para Menteri Luar Negeri MIKTA sebelumnya mengecam keras insiden tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta pemerintah Indonesia.
Dalam pernyataan bersama, negara-negara MIKTA menegaskan bahwa serangan terhadap penjaga perdamaian PBB dan pekerja kemanusiaan tidak dapat diterima serta merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.
Kegiatan yang diselenggarakan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu juga diisi dengan peninjauan pada pelatihan prapenugasan bagi personel penjaga perdamaian Indonesia.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, mengatakan penjaga perdamaian dan pekerja kemanusiaan memiliki peran penting dalam melindungi warga sipil serta mendorong stabilitas di wilayah konflik.
“Penjaga perdamaian dan pekerja kemanusiaan memainkan peran yang sangat penting dalam melindungi warga sipil serta mendorong terciptanya stabilitas,” ujar Rod Brazier.
Menurut dia, penghormatan diberikan atas keberanian dan pengorbanan para penjaga perdamaian yang menjalankan tugas di tengah situasi keamanan yang semakin kompleks.
Duta Besar Denny Abdi, Sekretaris Jenderal sekaligus Penjabat Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, menegaskan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian merupakan hal yang tidak dapat ditawar.
“Serangan terhadap mereka merupakan serangan terhadap prinsip-prinsip hukum kemanusiaan internasional yang dijunjung tinggi oleh masyarakat internasional,” kata Denny.
Denny mengatakan kerja sama nyata antaranggota MIKTA diperlukan untuk menerjemahkan komitmen politik ke dalam langkah-langkah operasional.
Menurut dia, langkah tersebut menjadi salah satu landasan untuk memulihkan kepercayaan pada institusi multilateral sekaligus mendorong reformasi tata kelola global.
MIKTA merupakan forum lintas kawasan yang beranggotakan negara-negara kekuatan menengah, yakni Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.
Forum tersebut berupaya memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan global.
Sebagai Ketua MIKTA, Australia bekerja sama dengan negara anggota lainnya untuk mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan internasional dan memperkuat sistem kemanusiaan global.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Triliuner Saudi Pangeran Alwaleed luncurkan pusat filantropi di metaverse
Indonesia
•
20 Nov 2022

Presiden OIC Youth Indonesia apresiasi kiprah Retno Marsudi sebagai kapten diplomasi
Indonesia
•
03 Oct 2024

Pemerintah gerak cepat tangani banjir di beberapa wilayah
Indonesia
•
05 Mar 2025

Semeru meletus, puluhan warga mengungsi
Indonesia
•
04 Dec 2021


Berita Terbaru

Kemnaker buka pelatihan vokasi bagi 50 ribu pekerja terdampak PHK
Indonesia
•
22 Oct 2026

Poster Kecil, pesan besar: Suara murid sd untuk lindungi hutan Indonesia
Indonesia
•
22 Oct 2026

MoU Badr: Langkah Indonesia memperluas kolaborasi industri pertahanan
Indonesia
•
22 Oct 2026

5 pelatihan khusus pesantren tersaji di MOOC PINTAR, dari 'AI' sampai 'Content Creator'
Indonesia
•
20 Oct 2026
