MER-C siapkan tim bedah untuk bantu para korban gempa Turkiye

MER-C menggelar jumpa pers rencana pengiriman Tim Bedah ke Turki Rabu (8/2/2023). Ki-ka : dr. Henry Hidayatullah, MSi., dr. Yogi Prabowo, SpOT(K), SpEm., dr. Sarbini Abdul Murad, Ir. Faried Thalib. (Foto: Istimewa)
MER-C akan mengirimkan relawannya ke Turkiye dalam upaya merespon bencana dahsyat tersebut dan memfasilitasi aspirasi masyarakat Indonesia.
Jakarta (Indonesia Window) – Organisasi sosial kemanusiaan MER-C tengah menyiapkan tim bedah untuk bantu para korban gempa bermagnitudo 7,8 pada Senin (6/2) yang mengguncang Turkiye bagian selatan dan dirasakan hingga Suriah dan Lebanon.Gempa terjadi sekitar pukul 4 dini hari waktu setempat di mana sebagian besar orang masih terlelap tidur, sehingga banyak yang tidak dapat menyelamatkan diri, dan ribuan orang meninggal dunia serta ribuan lainnya mengalami luka-luka.Data sementara menyebutkan, sampai Rabu (8/2), jumlah korban tewas akibat gempa telah mencapai 7.926 orang, terdiri atas 5.894 di Turki dan 2.032 di Suriah.Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah karena masih banyak warga yang tertimbun reruntuhan bangunan, dan mereka sedang menunggu proses evakuasi dan pertolongan.Besarnya kekuatan gempa dan dampak kerusakan yang ditimbulkan menjadikan bencana ini sebagai bencana terbesar dalam satu abad terakhir yang melanda Turkiye, setelah gempa bumi Erzincan pada 1939 yang diperkirakan menewaskan 33,000 orang.Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu, MER-C mengucapkan duka cita yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Turkiye, khususnya para korban gempa dan keluarganya.Semoga korban tewas mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan korban luka-luka bisa segera pulih kembali, dengan harapan korban-korban lainnya bisa segera ditemukan dan mendapat pertolongan."Kami berdoa yang terbaik bagi negara Turkiye agar dapat segera bangkit dari tragedi kemanusiaan ini, " kata dr Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C Indonesia.Merespon bencana dahsyat tersebut dan dalam rangka memfasilitasi aspirasi masyarakat Indonesia melalui MER-C, sebagai lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam, organisasi tersebut akan mengirimkan relawannya yang merupakan Tim Bedah ke Turkiye.Tim tersebut terdiri atas dokter spesialis bedah orthopedi, dokter anastesi, dokter umum, perawat bedah dan perawat.Di tengah cuaca dingin yang ekstrim di Turkiye saat ini, penyakit akut dan kronik non-bedah juga akan sangat mungkin cepat meningkat dan berpotensi fatal bagi kelompok rentan (anak, ibu hamil dan lansia).Untuk itu, MER-C akan melengkapi timnya dengan spesialis non-bedah seperti dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anak untuk mendukung dokter umum dalam menangani kasus-kasus tersebut.Tim awal MER-C ditargetkan berangkat dalam waktu secepatnya, tentative pada Sabtu (11/2) ke lokasi bencana untuk turut memberikan bantuan bagi para korban.Koordinasi dengan berbagai pihak baik di Indonesia maupun di negara tujuan tengah dilakukan agar dapat menyalurkan amanah serta aspirasi masyarakat Indonesia bagi korban bencana gempa di Turkiye.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – 10 juta dosis bahan baku vaksin Sinovac tiba di Indonesia
Indonesia
•
02 Feb 2021

Jokowi apresiasi kepercayaan Filipina pada alutsista buatan Indonesia
Indonesia
•
11 Jan 2024

Musala Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo ambruk, puluhan santri terjebak di reruntuhan
Indonesia
•
01 Oct 2025

KTT G20 hasilkan deklarasi pemimpin G20 Bali
Indonesia
•
16 Nov 2022
Berita Terbaru

KJRI Melbourne dukung program Madrasah Goes Abroad, perkuat akses studi siswa unggulan ke Australia
Indonesia
•
18 Feb 2026

Presiden Prabowo bertolak ke Washington DC bertemu Trump
Indonesia
•
17 Feb 2026

Ramadan 1447 – Hilal tak terlihat, pemerintah RI tetapkan 1 Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026
Indonesia
•
17 Feb 2026

Kemenag dorong pemberdayaan ekonomi umat melalui Program KKN Mahasiswa Berbasis Zakat dan Wakaf
Indonesia
•
16 Feb 2026
