
Filipina kesulitan turunkan harga beras meski pasokan melimpah

Seorang pedagang menjual beras di sebuah pasar di Quezon City, Filipina, pada 6 September 2023. (Xinhua/Rouelle Umali)
Menurunkan harga beras masih menjadi tantangan, terutama karena permintaan meningkat akibat larangan ekspor beras non-basmati oleh India dan kekhawatiran akan pasokan akibat El Nino, serta kian tingginya biaya pupuk dan input pertanian lainnya.
Manila, Filipina (Xinhua) – Filipina masih kesulitan menurunkan harga beras meski pasokan untuk kebutuhan pokok nasional melimpah, kata seorang pejabat pertanian Filipina pada Jumat (16/2).Undersecretary Pertanian Filipina Roger Navarro mengatakan bahwa negara itu memiliki pasokan beras yang cukup berkat panen raya tahun lalu dan tambahan impor pada Januari."Namun, sulit untuk menurunkan harga karena harga gabah, bahkan di negara-negara pengekspor beras seperti Vietnam dan Thailand, pemasok beras utama Filipina, juga mengalami kenaikan sampai 48 peso dan 52 peso per kilo," jelas Navarro."Tantangannya bukan pada harga beras, tetapi lebih pada menstabilkan pasokan," imbuh Navarro. Dia mengungkapkan bahwa warga Filipina mengonsumsi sekitar 37.000 metrik ton beras setiap hari dan harus mengimpor sekitar 300.000 ton setiap bulannya untuk melengkapi produksi lokal.Inflasi beras naik menjadi 22,6 persen pada Januari dari 19,6 persen pada Desember tahun lalu.
Seorang pedagang menjual beras di sebuah pasar di Quezon City, Filipina, pada 6 September 2023. (Xinhua/Rouelle Umali)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump sebut tarif 50 persen untuk tembaga mulai berlaku 1 Agustus
Indonesia
•
11 Jul 2025

Mendag China sebut narasi "kelebihan kapasitas industri" cerminkan "kecemasan eksesif"
Indonesia
•
05 Jun 2024

Jelang bulan suci puasa, seri Muslim LifeFair digelar di Bekasi, suguhkan ‘bekal Ramadhan’
Indonesia
•
16 Feb 2025

Feature – Manis dan asam buah salak Indonesia pikat lidah masyarakat China
Indonesia
•
10 Jul 2025


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
