
Feature – China dorong revitalisasi pedesaan lewat pariwisata dan industri khusus

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 10 Juli 2024 ini memperlihatkan sejumlah 'homestay' di Desa Dazhai, wilayah Longsheng, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan. (Xinhua/Cao Yiming)
Meningkatnya industri pariwisata di seluruh China telah mendongkrak ekonomi pedesaan secara signifikan, menarik para pengunjung domestik dan internasional.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Meski periode perjalanan musim panas akan segera berakhir, sejumlah penginapan bed and breakfast (B&B) di Gunung Mogan di Provinsi Zhejiang, China timur, tetap sibuk dengan berbagai aktivitas."Kami baru-baru ini menyambut sekelompok penulis naskah yang memesan lebih dari 40 kamar," ujar Shen Jiangrong, wakil ketua asosiasi industri B&B Moganshan.Terletak di wilayah Deqing, Provinsi Zhejiang, Gunung Mogan merupakan resor musim panas yang populer dengan lebih dari 800 penginapan B&B, yang banyak di antaranya dikelola oleh masyarakat setempat.Pemandangannya yang memukau dan suasana yang tenang di area tersebut menarik wisatawan domestik selama periode puncak perjalanan dan para profesional kreatif seperti tim penulis naskah, yang kerap kali menginap selama periode off-season untuk mencari inspirasi, menulis, dan mengadakan diskusi kreatif."Tarif kamar kami berkisar dari 980 yuan hingga 2.280 yuan," papar Xu Langyue, penduduk desa setempat yang mengubah kediamannya menjadi penginapan B&B pada 2019.Di seluruh China, meningkatnya industri pariwisata telah mendongkrak ekonomi pedesaan secara signifikan, menarik para pengunjung domestik dan internasional.Di Desa Dazhai, yang berlokasi di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, wisatawan berduyun-duyun datang untuk menikmati budaya etnis dan lanskap terasering yang merupakan ciri khas daerah tersebut."Saya kagum dengan (terciptanya) harmoni antara pertanian, perlindungan ekologis, dan pariwisata budaya," tutur Ludger Oelck, wisatawan asal Jerman, yang baru-baru ini mengunjungi desa itu.
Foto yang diabadikan pada 16 Agustus 2024 ini menunjukkan pemandangan Desa Basha yang berada di wilayah Congjiang, Prefektur Otonom Etnis Miao dan Dong Qiandongnan, Provinsi Guizhou, China barat daya. 'Basha' berarti sebuah tempat dengan banyak vegetasi dalam bahasa etnis Miao. Desa Basha terdiri dari lima dusun. Desa Miao berjarak sekitar tujuh kilometer dari pusat wilayah Congjiang. Desa ini memiliki pemandangan yang indah, bangunan panggung yang unik, dan peninggalan budaya yang terpelihara dengan baik termasuk sumur kuno, hutan, dan lumbung gandum. (Xinhua/Long Jianrui)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Inalum produksi 243.000 ton aluminium pada 2021
Indonesia
•
21 Jan 2022

Minyak reli, penarikan persediaan AS kurangi kekhawatiran atas Omicron
Indonesia
•
23 Dec 2021

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Permintaan grafit alam diperkirakan naik 154 persen setiap tahun
Indonesia
•
11 Jan 2021


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
