Inovasi IVD di Indonesia diperkuat dengan kerja sama Fapon dan Bio Farma

Manufaktur produk-produk diagnostik

Ilustrasi. (WHO/A. Craggs)

Manufaktur produk-produk diagnostik in vitro (in vitro diagnostics/IVD) di Indonesia diperkuat dengan kerja sama antara Fapon Biotech dan Bio Farma.

Dongguan, China (Xinhua/Indonesia Window) – PT Fapon Bioindustries Indonesia, atau PT Fapon, pada Senin (8/12) sore waktu setempat menandatangani perjanjian kerja sama dengan raksasa farmasi BUMN Indonesia, PT Bio Farma (Persero), di markas besar PT Fapon di Kota Dongguan, Provinsi Guangdong, China selatan, dengan fokus pada manufaktur dan komersialisasi lokal produk-produk diagnostik in vitro (in vitro diagnostics/IVD) di Indonesia.

Dyah, CEO dari Fapon Indonesia Market, dan Dicky, kepala Divisi Pengembangan Bisnis di Bio Farma, secara resmi meneken dokumen perjanjian kedua belah pihak.

Menurut Shadiq Akasya, presiden direktur Bio Farma, kerja sama ini diharapkan dapat mendorong kapabilitas nasional Indonesia dalam manufaktur peralatan medis, sehingga memungkinkan jangkauan pendeteksian penyakit yang lebih luas di tanah air.

Sementara itu, Presiden Fapon Biotech Ben He menyatakan pihaknya sangat menjunjung tinggi komitmen dalam mendorong pertumbuhan industri layanan kesehatan di Indonesia melalui kemitraan teknologi yang bermakna.

"Kami yakin bahwa transfer teknologi dan lokalisasi ini akan menyajikan solusi diagnosis mutakhir bagi Indonesia, dan membantu membangun masa depan yang berkelanjutan di bidang perawatan kesehatan," papar Ben.

PT Fapon merupakan basis manufaktur luar negeri pertama dari Fapon Group. Terletak di Provinsi Jawa Barat, basis PT Fapon dibangun dan dioperasikan sesuai dengan standar 14644 ISO dan berfokus pada penyediaan solusi dan produk IVD unggul di pasar Indonesia.

Kerja sama baru ini menandai tonggak penting PT Fapon untuk memperkuat eksistensinya di Indonesia dan mendukung pembangunan otonomos di industri kesehatan di Indonesia, menurut pernyataan dari perusahaan itu, seraya menambahkan bahwa kedua belah pihak akan mendorong kerja sama inovasi medis dan transfer pengetahuan di masa mendatang.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait