
Liga sepak bola amputasi pertama di Mesir resmi diluncurkan di Kairo

Mohamed Wael (kanan) dari klub sepak bola Pyramids berduel dalam pertandingan antara Pyramids melawan Arab Contractors dalam edisi pertama liga sepak bola amputasi di Kairo, Mesir, pada 10 Maret 2023. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Liga sepak bola amputasi pertama di Mesir resmi diluncurkan di Kairo, dengan partisipasi dari empat klub lokal terkemuka, yaitu Arab Contractors, Zamalek, Pyramids, dan Z Club.
Kairo, Mesir (Xinhua) – Impian semua pemain sepak bola amputasi Mesir kini menjadi kenyataan ketika liga sepak bola profesional pertama bagi penyandang disabilitas di negara tersebut resmi diluncurkan di Kairo, ibu kota Mesir, pada Jumat (10/3).Dalam sebuah upacara akbar, Komite Paralimpiade Mesir mengumumkan peluncuran edisi pertama liga sepak bola amputasi, dengan partisipasi dari empat klub lokal terkemuka.Pada upacara peresmian itu, Ketua Komite Paralimpiade Mesir Hossam Al-Din Mostafa mengatakan kepada Xinhua bahwa saat ini liga tersebut terdiri dari empat klub, yaitu Arab Contractors, Zamalek, Pyramids, dan Z Club."Kami memulai dengan empat klub ternama ini dan saya berharap musim mendatang akan diikuti oleh setidaknya 10 klub," kata pejabat Mesir itu.Musim dibagi menjadi dua tahap, jelas Mostafa, seraya menambahkan bahwa turnamen itu memungkinkan komite untuk memilih pemain tim nasional yang akan berlaga di Piala Afrika untuk Sepak Bola Amputasi, yang akan digelar di Mesir pada Oktober mendatang.Mostafa menyampaikan terima kasihnya kepada pihak-pihak yang telah membantu mencapai tujuan ini, terutama Samir and Omar Football Academy for Amputees yang berbasis di Kairo, yang menyediakan sebagian besar pemain bagi keempat klub itu."Saya masih tidak percaya bahwa kini kami memiliki liga resmi untuk sepak bola amputasi," kata Sarah Samir, pendiri akademi tersebut, kepada Xinhua."Para pemain ini telah bekerja keras dan tanpa henti untuk mewujudkan kenyataan ini," ujar Samir. Lebih lanjut dia menambahkan bahwa langkah selanjutnya adalah membentuk federasi sepak bola amputasi yang, menurut undang-undang Mesir, membutuhkan enam tim untuk bergabung dengan liga tersebut.
Para pemain sepak bola amputasi mengikuti sesi latihan di Samir and Omar Football Academy for Amputees di Kairo, Mesir, pada 13 Januari 2023. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB: Sistem kemanusiaan di Gaza hadapi kehancuran total
Indonesia
•
29 Oct 2023

Badan Eropa rekomendasikan pembaruan vaksin COVID-19
Indonesia
•
13 Jun 2023

KBRI Kairo gelar layanan kesehatan bagi WNI
Indonesia
•
20 Aug 2019

AS larang penjualan rokok elektrik merek Juul
Indonesia
•
24 Jun 2022


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
