Liga Arab tolak upaya ubah wajah Palestina, soroti ancaman aneksasi Tepi Barat

Polisi perbatasan Israel mencegat pengungsi Palestina di Kota Jenin, Tepi Barat, saat para pengungsi hendak kembali ke rumah mereka di kamp pengungsi Jenin, pada 19 Februari 2025. (Xinhua/Nidal Eshtayeh)

Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Fahmy pada Rabu (16/9) menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk upaya yang bertujuan mengubah realitas geografis dan demografis di wilayah Palestina, seraya menekankan bahwa upaya menghadapi pengubahan semacam itu merupakan tanggung jawab bersama dunia Arab dan internasional.

Pernyataan Fahmy tersebut disampaikan dalam pertemuannya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di kantor pusat Liga Arab di Kairo, Mesir, saat keduanya membahas perkembangan terbaru di wilayah Palestina serta berbagai tantangan politik, kemanusiaan, dan keamanan yang dihadapi perjuangan Palestina, ungkap Liga Arab dalam sebuah pernyataan.

Kepala Liga Arab tersebut menegaskan pentingnya menggalang upaya bersama untuk "menghentikan rencana pemerintah Israel yang bertujuan menganeksasi Tepi Barat melalui intensifikasi aktivitas permukiman, penggusuran, perampasan tanah, serta pengepungan dan isolasi terhadap kota-kota di Palestina."

Dia mengatakan bahwa perlawanan terhadap rencana-rencana Israel tersebut juga merupakan kewajiban bagi seluruh pihak yang mendukung solusi dua negara.

Fahmy kembali menegaskan "sentralitas perjuangan Palestina bagi Liga Arab," serta menekankan perlunya upaya sungguh-sungguh demi tercapainya penyelesaian akhir dan berkelanjutan atas isu-isu Palestina dalam seluruh aspeknya.

Dalam pertemuan tersebut, Abbas memaparkan prioritas kepemimpinan Palestina kepada Fahmy, sekaligus membahas berbagai cara untuk memanfaatkan momentum dukungan publik internasional terhadap perjuangan Palestina.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait