
Korban banjir di Aceh, Sumut, Sumbar jadi 303 meninggal, 279 hilang, 772 luka-luka

Pesawat BNPB membawa bantuan logistik dan peralatan telah mendarat di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Sabtu (29/11). Nantinya bantuan ini akan didistribusikan ke Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah. (Bidang Komunikasi Kebencanaan / Apri Setiawan)
Letjen TNI Dr. Suharyanto mengungkapkan jumlah korban akibat banjir dan longsor di Sumatra Utara, Aceh dan Sumatra Barat per Sabtu sore (29/11) menjadi 303 meninggal, 279 hilang dan 772 luka-luka (berat dan ringan).
Jakarta (Indonesia Window) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, menyampaikan jumlah korban akibat banjir dan longsor di Sumatra Utara, Aceh dan Sumatra Barat per Sabtu sore (29/11) menjadi 303 meninggal, 279 hilang dan 772 luka-luka (berat dan ringan).Suharyanto menyampaikan dampak dari bencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut saat memberi keterang pers di di Bandara Silangit, Sumatra Utara, pada Sabtu (29/11).Kepala BNPB menjelaskan, di Sumatra Utara jumlah korban jiwa sebanyak 166, 143 jiwa hilang dan 754 luka-luka (berat dan ringan).Di Aceh terdapat 47 meninggal, 51 hilang dan delapan orang luka-luka, katanya, seraya menambahkan bahwa data tersebut masih berkembang terus karena satgas gabungan yang terdiri atas BASARNAS, BNPB, TNI, Polri, kementerian/lembaga dan pihak swasta masih terus menemukan korban.Di Sumatra Barat tercatat 90 meninggal, 85 hilang dan 10 luka-luka, ungkap Suharyanto, dengan harapan upaya penanganan bencana tersebut akan lebih baik karena cuaca sudah semakin cerah.Menurut Suharyanto, komunikasi saat ini sudah semakin lancar setelah Kementerian Komunikasi dan Digital sudah bekerjasama dengan operfator seluler.“Jaringan Starlink juga sudah terpasang di beberapa wilayah, untuk mengatasi jalur-jalur yang masih terputus antara lain dengan adanya bantuan dari presiden,” ujarnya.Bantuan presiden tersebut antara lain berupa alat komunikasi, genset, LCR, kompresor, tenda, dan kebutuhan konsumsi. Dukungan alutsista meliputi pesawat Caravan, helikopter Airbus EC 155 untuk distribusi logistik-peralatan dan alat berat guna mempercepat pembukaan akses desa terdampak.Suharyanto juga menjelaskan bahwa tim gabungan masih terus bekerja keras dalam penanganan jalur-jalur transportasi yang masih terputus antara lain karena beberapa jembatan yang hancur diterjang banjir bandang di tiga provinsi tersebut,“Kami menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan, tapi yakinlah seiring dengan berjalannya waktu berangsur-angsur dengan berusaha secepat mungkin di tiga provinsi tersebut bisa segera pulih dan masyarakat bisa menlanjutkan kehidupan masing dengan lebih baik lagi,” kata Suharyanto.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Humas merupakan corong utama dalam membentuk citra intansi
Indonesia
•
17 May 2023

COVID-19 – 12,6 persen penularan terjadi pada anak
Indonesia
•
29 Jun 2021

COVID-19 – Indonesia kirim 2.000 tabung oksigen ke India
Indonesia
•
28 May 2021

Presiden terpilih RI Prabowo Subianto sebut dirinya akan lanjutkan pembangunan IKN
Indonesia
•
14 Aug 2024


Berita Terbaru

Indonesia dan Kamboja perangi penipuan daring global, ribuan pelaku telah ditindak
Indonesia
•
29 Jul 2026

Menaker: Dialog sosial jadi kunci penyelesaian isu ketenagakerjaan
Indonesia
•
29 Jul 2026

Indonesia–Korea Business Forum perkuat investasi energi hijau, teknologi strategis
Indonesia
•
29 Jul 2026

Bahaya! Batas aman planet global sudah terlampaui
Indonesia
•
29 Jul 2026
