
Fokus China: Dinamika pasar dan inovasi dorong pertumbuhan pesat industri tenaga bayu

Foto yang diabadikan pada 24 November 2023 ini menunjukkan situs pembangunan ladang angin yang terletak di Kota Shantou, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Hong Zehua)
Ladang angin lepas pantai Nanao Lemen I, yang dioperasikan oleh Datang Shantou New Energy Co,. Ltd. dengan kapasitas 245 MW, telah menghasilkan lebih dari 1,4 miliar kilowatt-jam (kWh) energi bersih.
Guangzhou, China (Xinhua) – Sebuah turbin angin putih berkapasitas 13 megawatt (MW) berdiri tegak di tepi laut, bersiap untuk menjalani prosedur uji coba. Turbin itu akan segera mulai berfungsi sebagai model utama di ladang angin lepas pantai yang akan dioperasikan tahun depan di dekat Shantou, atau Swatow, sebuah kota pesisir di Provinsi Guangdong, China selatan.Turbin angin tersebut merupakan produk terbaru dari Shanghai Electric Group, perancang sekaligus produsen generator turbin angin terkemuka. Zou Jianglong, direktur kualitas di anak perusahaan Shanghai Electric di Guangdong, mengatakan bahwa perusahaan itu terus melakukan persiapan untuk memproduksi turbin angin berkapasitas 16 MW tahun depan.Shanghai Electric mendirikan pabrik turbin angin pertamanya di Shantou pada 2019. Empat tahun berlalu, dan beberapa generasi turbin angin juga telah diproduksi oleh pabrik tersebut, dengan kapasitas masing-masing meningkat dari 7 MW dan 11 MW menjadi 13 MW saat ini.Iterasi dan peningkatan produk merupakan hasil dari permintaan pasar yang dinamis dan inovasi perusahaan-perusahaan. Menurut Wang Weiping, wakil direktur biro pembangunan dan reformasi Kota Shantou, kota tersebut memiliki sumber daya energi bayu yang melimpah, dengan tenaga bayu lepas pantai yang rata-rata mencapai 4.000 jam penggunaan tahunan dan kecepatan angin 9-10 meter per detik.Ladang angin lepas pantai Nanao Lemen I, yang dioperasikan oleh Datang Shantou New Energy Co,. Ltd. dengan kapasitas 245 MW, telah menghasilkan lebih dari 1,4 miliar kilowatt-jam (kWh) energi bersih. Pencapaian ini berarti pengurangan sekitar 917.000 ton emisi karbon dioksida jika dibandingkan dengan unit pembangkit listrik tenaga batu bara konvensional.
Foto yang diabadikan pada 30 November 2023 ini menunjukkan ajang Konferensi Inovasi Teknologi Tenaga Bayu Internasional Swatow yang diselenggarakan di Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua/Hong Zehua)
Foto dari udara tanpa tanggal ini menunjukkan situs pembangunan kawasan industri manufaktur peralatan ladang angin lepas pantai di Kota Shantou, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pengusaha Bogor diharapkan ciptakan ekosistem kreatif, berkelanjutan
Indonesia
•
01 Sep 2025

Produksi lokal Wuling di Indonesia capai 160.000 unit mobil
Indonesia
•
29 Nov 2024

Nilai mata uang Lebanon capai rekor terendah sepanjang masa
Indonesia
•
15 Mar 2023

Trump teken perintah eksekutif revisi tarif puluhan mitra dagang
Indonesia
•
01 Aug 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Bishkek hingga New Delhi, Xi Jinping dorong kerja sama Global South
Indonesia
•
12 Sep 2026

Harga minyak WTI tembus 100 dolar AS per barel, konflik Timur Tengah Memanas
Indonesia
•
12 Sep 2026

Feature – Warga Xinglong minum lebih dari 200 cangkir kopi setahun saat industri kopi China tembus 928 triliun rupiah
Indonesia
•
12 Sep 2026

El Nino ancam inflasi Indonesia, harga beras hingga jagung diprediksi melonjak
Indonesia
•
10 Sep 2026
