Perusahaan teknologi energi surya China incar pasar Indonesia

Pameran Solartech Indonesia 2025, pameran terbesar se-Asia Tenggara untuk teknologi PV surya atau tenaga surya dan penyimpanan energi, digelar pada 23-25 April 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. (Xinhua)
Pasar energi terbarukan di Indonesia masih sangat besar karena kurang dari 10 persen penduduk yang menggunakannya.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Solartech Indonesia 2025, pameran dagang berskala besar untuk industri energi surya dan teknologi fotovoltaik di kawasan ASEAN, ditutup pada Jumat (25/4). Para ekshibitor asal China menarik perhatian dengan teknologi-teknologi mutakhir yang mereka pamerkan dalam ekshibisi itu. Mereka juga mengungkapkan optimisme dalam memperluas pasar dan membangun kemitraan hijau di kawasan tersebut."Sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara, transisi energi di Indonesia menghadirkan peluang pasar yang sangat besar, khususnya dalam sistem panel surya atap dan penyimpanan energi, yang menunjukkan potensi pertumbuhan signifikan," tutur Allen Fu, seorang manajer penjualan di Jinko Solar, salah satu produsen modul surya terbesar di dunia.Indonesia merupakan negara yang ideal bagi pengembangan energi surya karena terletak di garis khatulistiwa, yang memungkinkannya mendapat sinar matahari hampir sepanjang hari dan sepanjang tahun.Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia telah memberikan izin pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap kepada PT PLN (Persero). Proyek pembangunannya juga memiliki kuota dengan kapasitas hingga 5.746 megawatt (MW) dalam kurun waktu 2024-2028.Pada 2030, Indonesia juga menargetkan penambahan kapasitas tenaga surya sebesar 4,68 gigawatt (GW) dan menargetkan untuk memenuhi 51,6 persen kapasitas listrik tambahannya dari sumber terbarukan berdasarkan rencana induk nasional yang baru.Sementara itu, menurut Fu, perusahaan fotovoltaik asal China memiliki keunggulan dalam hal teknologi dan manufaktur, serta Jinko Solar telah membangun basis produksi di Asia Tenggara dan Timur Tengah dengan pendapatan luar negeri mencakup 70 persen dari total pendapatan mereka.Dyness Digital Energy Technology memamerkan solusi penyimpanan energi untuk kawasan permukiman, daerah terpencil, dan negara kepulauan, yang sangat cocok untuk wilayah Indonesia timur mengingat di sana jaringan listrik utama belum tersedia."Dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan dalam menyediakan pasokan listrik yang stabil, dan energi surya fotovoltaik merupakan solusi terbarukan yang menjanjikan dengan potensi pasar signifikan yang didukung oleh target 'Net Zero Emissions' pemerintah pada 2060," kata Viki Yang, manajer umum Asia Pasifik di Dyness.Melihat Indonesia sebagai pasar potensial dan lokasi strategis untuk basis produksi, Jolywood Sunwatt memamerkan lapisan belakang (backsheet) dan lapisan film fotovoltaik, yang berfungsi sebagai pelindung untuk panel surya, dalam ekshibisi tersebut. Perusahaan itu juga mengungkapkan rencananya membangun pabrik di Indonesia."Kami ingin menginvestasikan sumber daya, uang, dan staf teknis kami di Indonesia untuk menyasar pasar potensial di negara ini dan memuaskan pelanggan luar negeri," ujar Rubin Wu, direktur luar negeri di Jolywood Sunwatt.Beberapa pengunjung mengungkapkan antusiasme mereka terhadap teknologi energi surya dari China. Adelia, seorang staf pengembangan bisnis di sebuah perusahaan distribusi produk energi terbarukan di Indonesia, tertarik menjajaki peluang-peluang baru dan menawarkan produk teknologi terbarukan terkini dari China kepada klien mereka."Perusahaan-perusahaan China memiliki banyak teknologi energi terbarukan yang berkualitas tinggi dan terjangkau. Mereka pemimpin di bidang ini," kata Adelia.Jefri Kelana, direktur Trisindo Solar Jaya, distributor produk teknologi energi surya, mengatakan pasar energi terbarukan di Indonesia masih sangat besar karena kurang dari 10 persen penduduk yang menggunakannya.SelesaiOleh: Hayati Nupus, Cao KaiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Koridor perdagangan darat-laut luncurkan kereta kargo khusus Tahun Baru Imlek
Indonesia
•
07 Jan 2023

OPEC+ akan tingkatkan ‘output’ minyak pada Desember 2025
Indonesia
•
04 Nov 2025

China ambil tindakan balasan tegas terhadap perundungan tarif AS
Indonesia
•
10 Apr 2025

Ekonomi semester I 2021 diperkirakan tumbuh 3,1-3,3 persen
Indonesia
•
05 Jul 2021
Berita Terbaru

Tinjauan Ekonomi – Nominasi ketua The Fed dari Trump tuai pro dan kontra
Indonesia
•
07 Feb 2026

Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi antarnegara perkuat ketahanan ekonomi makro Indonesia
Indonesia
•
07 Feb 2026

Produsen otomotif China hadirkan lebih banyak NEV di ajang IIMS 2026
Indonesia
•
06 Feb 2026

Perusahaan China teken kerja sama untuk dorong proyek integrasi baja dan kokas di Indonesia
Indonesia
•
06 Feb 2026
