
Laba industri China menurun, namun strukturnya meningkat

Sejumlah pekerja tampak sibuk di lini produksi kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) di sebuah pabrik produsen mobil China Chery Holding Group Co., Ltd. di Kota Wuhu, Provinsi Anhui, China timur, pada 12 Oktober 2022. (Xinhua/Zhou Mu)
Laba industri China menurun akibat berbagai faktor, tetapi terus mengalami peningkatan dalam struktur laba bisnis, dengan industri pembangkit listrik menjadi pendorong terbesar dalam pertumbuhan laba industri.
Beijing, China (Xinhua) – Laba industri China menurun akibat berbagai faktor, tetapi terus mengalami peningkatan dalam struktur laba bisnis, menurut Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China pada Ahad (27/11).Perusahaan-perusahaan industri besar dengan pendapatan bisnis utama tahunan minimal 20 juta yuan masing-masing mencatatkan laba gabungan mereka turun 3 persen secara tahunan (year on year/yoy) dalam 10 bulan pertama tahun ini, mencapai sekitar 6,98 triliun yuan, tunjuk data dari NBS.Pendapatan gabungan dari perusahaan-perusahaan tersebut mempertahankan pertumbuhan selama periode itu, naik 7,6 persen (yoy) menjadi 111,78 triliun yuan.Sebanyak 19 dari 41 industri besar mencatatkan pertumbuhan laba pada periode Januari-Oktober, menurut NBS.Ahli statistik senior NBS, Zhu Hong, mengaitkan moderasi pertumbuhan pendapatan dan penurunan laba perusahaan industri dengan berbagai faktor, seperti kasus COVID-19 yang tersebar dan meningkat di dalam negeri serta pembalikan pertumbuhan positif dalam indeks harga produsen, yang mengukur biaya barang saat siap keluar dari pabrik.Terlepas dari penurunan laba secara keseluruhan, struktur laba bisnis perusahaan industri terus menunjukkan keadaan optimal, dengan beberapa perusahaan di lini tengah dan hilir rantai industri membukukan peningkatan nyata dalam margin laba, ujar Zhu.Dari Januari hingga Oktober, laba industri manufaktur peralatan naik 3,2 persen, meningkat selama enam bulan berturut-turut.Keuntungan sektor itu menyumbang 32,2 persen dari total laba selama periode tersebut, meningkat sebesar 7,1 poin persentase dibandingkan dengan dua bulan pertama 2022, mengungkap struktur industri yang lebih baik, catat Zhu.Zhu juga menyoroti pertumbuhan laba 0,8 persen dari sektor manufaktur mobil, yang merupakan pertumbuhan kumulatif positif pertama yang tercatat di sektor itu pada 2022, saat kebijakan untuk mendorong konsumsi mobil terus memberikan pengaruhnya dan penjualan mobil mempertahankan ekspansi yang cepat.Industri pembangkit listrik menjadi pendorong terbesar dalam pertumbuhan laba industri, menurut Zhu. Sektor itu melaporkan pertumbuhan laba sebesar 28,1 persen (yoy) dari Januari hingga Oktober, menaikkan total pertumbuhan sebesar 1 poin persentase.Perusahaan dengan investasi asing dan perusahaan industri kecil dan menengah mencatatkan perbaikan margin keuntungan dalam 10 bulan pertama 2022 sebagai hasil dari insentif kebijakan, ungkap data tersebut.Terlepas dari sinyal positif itu, Zhu masih mewaspadai sejumlah tantangan, seperti lonjakan kasus COVID-19 di dalam negeri dan risiko resesi ekonomi global.Untuk mengonsolidasikan momentum pemulihan ekonomi industri, Zhu mengatakan lebih banyak upaya harus dikerahkan guna mengoordinasikan upaya pencegahan dan pengendalian epidemi secara efisien dengan pembangunan ekonomi dan sosial, serta memajukan penerapan kebijakan dan langkah yang propertumbuhan.*1 yuan = 2.189 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

BI perluas kerja sama mata uang lokal dengan negara Asia Tenggara
Indonesia
•
23 Sep 2021

Pangsa Internet of Things Indonesia 444 triliun rupiah pada 2022
Indonesia
•
22 Sep 2020

Kementerian UMKM perluas akses permodalan bagi wirausaha
Indonesia
•
21 Aug 2025

Boeing prediksikan permintaan 8.485 pesawat komersial baru dari China selama 20 tahun ke depan
Indonesia
•
28 Oct 2022


Berita Terbaru

PM Takaichi: Jepang akan lepas cadangan minyak paling cepat Senin
Indonesia
•
12 Mar 2026

Harga listrik Singapura akan naik di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
12 Mar 2026

Selandia Baru Akan lepas pasokan bahan bakar setara 6 hari di bawah rencana minyak IEA
Indonesia
•
12 Mar 2026

Australia akan lepaskan 762 juta liter bahan bakar
Indonesia
•
13 Mar 2026
