Imbas krisis Laut Merah, 90 persen kapal kontainer alami keterlambatan di Singapura

Kapal-kapal kontainer berlabuh di terminal peti kemas Pasir Panjang Singapura pada 31 Januari 2024. (Xinhua/Then Chih Wey)
Krisis Laut Merah telah memaksa kapal-kapal untuk beralih memanfaatkan rute yang lebih panjang di sekitar Tanjung Harapan antara Eropa dan Asia. Imbasnya, pelabuhan-pelabuhan di seluruh dunia menghadapi lebih banyak kedatangan yang terlambat.
Singapura (Xinhua) – Sekitar 90 persen kapal kontainer mengalami keterlambatan kedatangan di Singapura akibat krisis Laut Merah, dibandingkan dengan sekitar 77 persen yang tercatat pada 2023, ungkap Menteri Transportasi Singapura Chee Hong Tat kepada parlemen dalam tanggapan tertulisnya baru-baru ini.Krisis Laut Merah telah memaksa kapal-kapal untuk beralih memanfaatkan rute yang lebih panjang di sekitar Tanjung Harapan antara Eropa dan Asia. Imbasnya, pelabuhan-pelabuhan di seluruh dunia menghadapi lebih banyak kedatangan yang terlambat, ujar Chee dalam tanggapan tersebut pada Selasa (2/7).Perusahaan-perusahaan pelayaran mengandalkan Singapura sebagai lokasi pemindahan muatan antarkapal (transhipment) dan memfasilitasi berbagai operasi. Langkah semacam itu telah memperpanjang masa tinggal kapal kontainer di pelabuhan dan menambah waktu tunggu bagi kapal-kapal yang tiba, sehingga menyebabkan kemacetan di dermaga peti kemas, kata sang menteri.Selain itu, banyak kapal yang tiba dalam waktu yang berdekatan, memperparah masalah tersebut dengan menyebabkan dampak "penumpukan," imbuhnya.Chee menyatakan bahwa lembaga-lembaga pengelola pelabuhan telah mengaktifkan kembali dermaga dan lahan penyimpanan kontainer (yard space) tambahan dan akan terus meningkatkan penanganan dalam beberapa bulan mendatang untuk memenuhi antisipasi permintaan.Throughput kontainer di Singapura meningkat 7,7 persen menjadi 16,9 juta TEU (twenty-foot equivalent unit) antara Januari dan Mei 2024.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Bauran kebijakan jaga stabilitas ekonomi Indonesia
Indonesia
•
11 Oct 2019

Fokus Berita – Tarif proteksionis UE terhadap EV China hadapi reaksi keras dari industri dan pejabat
Indonesia
•
30 Oct 2024

Survei: Optimisme konsumen pada kondisi ekonomi meningkat
Indonesia
•
11 May 2022

Arab Saudi dirikan perusahaan pasar karbon untuk dukung target nol emisi karbon
Indonesia
•
26 Oct 2022
Berita Terbaru

Feature – Terbukti andal, mobil listrik China kian diminati generasi muda Indonesia
Indonesia
•
09 Feb 2026

Pariwisata jadi kontributor signifikan timbulan sampah di Bali
Indonesia
•
08 Feb 2026

Tinjauan Ekonomi – Nominasi ketua The Fed dari Trump tuai pro dan kontra
Indonesia
•
07 Feb 2026

Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi antarnegara perkuat ketahanan ekonomi makro Indonesia
Indonesia
•
07 Feb 2026
