
Krisis demografi Jepang memburuk, 477 munisipalitas alami penyusutan penduduk

Pejalan kaki menyeberang jalan di Tokyo, Jepang, pada 18 Desember 2025. (Xinhua/Jia Haocheng)
Tokyo, Jepang (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari seperempat munisipalitas di Jepang mengalami penurunan populasi lebih dari 10 persen selama periode 2020 hingga 2025, demikian dilaporkan Kyodo News pada Ahad (12/7).
Jumlah munisipalitas yang mencatat penurunan tersebut hampir berlipat ganda, dari 247 selama periode 2015-2020 menjadi 477 selama periode 2020-2025.
Kota Suzu di Prefektur Ishikawa, Jepang tengah, mencatat penurunan paling tajam, dengan populasinya menyusut sebesar 34 persen setelah gempa bumi dahsyat yang melanda daerah itu pada 2024.
Lebih dari separuh munisipalitas di prefektur Iwate dan Akita di Jepang timur laut, serta Prefektur Kochi di Jepang barat, mencatat penurunan populasi melebihi 10 persen.
Temuan-temuan tersebut didasarkan pada analisis Kyodo News terhadap angka awal sensus 2025 per 1 Oktober dibandingkan dengan hasil sensus 2020. Analisis itu mencakup perubahan populasi di 1.892 munisipalitas, termasuk 171 distrik administratif di 20 kota besar yang ditetapkan pemerintah.
Para pakar memperingatkan bahwa penurunan populasi yang parah kerap berdampak pada melemahnya layanan publik, seraya menekankan kebutuhan mendesak akan kebijakan untuk mengatasi perubahan demografis Jepang yang semakin cepat.
Meskipun 243 munisipalitas melaporkan pertumbuhan populasi, banyak munisipalitas lain terus mengalami penurunan yang kecil kemungkinannya dapat dipulihkan hanya melalui peningkatan angka kelahiran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi baru ungkap jumlah kematian eksesif dokter di AS selama awal pandemik
Indonesia
•
10 Feb 2023

Melancong ke Kutub Utara dengan visa “Rostourism”
Indonesia
•
06 Dec 2019

Korban jiwa akibat gempa dahsyat di Turkiye dan Suriah tembus angka 15.000
Indonesia
•
09 Feb 2023

Organisasi perempuan Filipina kecam pakta pertahanan baru Filipina dan Jepang
Indonesia
•
09 Jul 2024


Berita Terbaru

Feature – Maryam Aqil, perempuan pengurus jenazah di tengah luka perang Lebanon
Indonesia
•
18 Aug 2026

Feature – Barongsai Merah Putih semarakkan HUT ke-81 RI, harmoni budaya Tionghoa dan Nusantara
Indonesia
•
17 Aug 2026

Opini – Memuliakan guru, menjaga akal bangsa
Indonesia
•
16 Aug 2026

Feature – Dari benteng berusia 2.000 tahun, perempuan Afghanistan menemukan jalan lewat seni
Indonesia
•
16 Aug 2026
