
Warga Inggris habiskan 56 jam setahun bicara soal cuaca

Tower Bridge terlihat saat matahari terbenam di London, Inggris, pada 2 Agustus 2025. (Xinhua/Wang Muhan)
Cuaca menjadi topik favorit warga Inggris dalam percakapan sehari-hari, mengalahkan berita, keluarga, dan liburan, menjadikannya topik pencair suasana (icebreaker) yang paling umum.
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Penelitian terbaru dari badan meteorologi Inggris, Met Office, pada Selasa (19/8) mengungkapkan bahwa warga Inggris rata-rata menghabiskan 56,6 jam setahun untuk membicarakan cuaca, menegaskan perhatian konsisten negara tersebut terhadap iklim di tengah kemungkinan terjadinya musim panas terpanas dalam sejarah.Tersisa dua pekan lagi, musim panas tahun ini diperkirakan akan menjadi salah satu yang terpanas di Inggris, dengan suhu maksimum dan minimum yang jauh di atas rata-rata, tunjuk data Met Office.Penelitian tersebut, yang dilakukan selama musim yang ditandai oleh empat gelombang panas yang meluas, menemukan bahwa suhu rata-rata di Inggris pada periode 1 Juni hingga 17 Agustus mencapai 16,2 derajat Celsius, atau 1,5 derajat di atas rata-rata jangka panjang. Hal ini menjadikan musim panas 2025 berpotensi menciptakan rekor baru.Menurut hasil survei, 60 persen responden menyebut cuaca sebagai topik favorit mereka dalam percakapan sehari-hari, mengalahkan berita, keluarga, dan liburan. Lebih dari 98 persen responden mengatakan mereka terlibat dalam percakapan ringan setidaknya sekali dalam sepekan, sementara 30 persen responden memulai percakapan semacam itu setiap hari.Penelitian tersebut juga menemukan 43 persen partisipan sering menggunakan cuaca sebagai topik untuk memulai percakapan, menjadikannya topik pencair suasana (icebreaker) yang paling umum. Sementara 22 persen menyatakan mereka menikmati diskusi seputar cuaca, mayoritas partisipan menganggapnya sebagai cara sederhana untuk berinteraksi dengan keluarga, teman, dan rekan kerja."Cuaca selalu membantu menyatukan orang-orang, dan penelitian ini menegaskan bahwa berbicara tentang cuaca bukan hanya sekadar keingintahuan, tetapi juga kebutuhan bagi banyak orang," papar Alex Deakin, ahli meteorologi sekaligus presenter senior Met Office.Met Office mengatakan seiring dengan semakin besarnya dampak peristiwa iklim, kebiasaan warga Inggris untuk membicarakan cuaca mencerminkan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap dampaknya sekaligus kebutuhan untuk menerapkan pengetahuan ilmiah guna bersiap menghadapi masa depan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Warga keturunan Asia di Amerika janji akan perangi diskriminasi dan kebencian di AS
Indonesia
•
29 Feb 2024

COVID-19 – Pasien berusia 101 tahun di Xinjiang, China, pulih
Indonesia
•
11 Dec 2022

Lindungi warga dari ancaman gajah, Botswana luncurkan bus ‘elephant express’
Indonesia
•
25 Oct 2023

Klinik di Jepang gunakan teknologi laser untuk pengobatan ortopedi, layani banyak pasien Indonesia
Indonesia
•
22 Feb 2024


Berita Terbaru

Feature – ‘Becoming Chinese’ di Kunming, perjalanan menelusuri akar budaya seorang ‘blogger’ Tionghoa-Amerika
Indonesia
•
30 Apr 2026

Indonesia-China perkuat kerja sama pendidikan vokasi dalam Forum CITIEA 2026
Indonesia
•
28 Apr 2026

Volume kelima buku ‘Xi Jinping: Tata Kelola China’ edisi bahasa Inggris dipromosikan di Indonesia
Indonesia
•
28 Apr 2026

Afghanistan berisiko kehilangan 25.000 guru dan nakes perempuan per 2030
Indonesia
•
29 Apr 2026
