
China tingkatkan perlindungan mamalia langka di Sungai Yangtze

Seorang peneliti menggunakan teropong untuk melakukan pemantauan dalam sebuah ekspedisi ilmiah lumba-lumba tanpa sirip Yangtze di seksi Shishou Sungai Yangtze di Provinsi Hubei, China tengah, pada 23 September 2022. (Xinhua/Xiao Yijiu)
Konservasi ekologis Sungai Yangtze dilakukan oleh pemerintah China dengan mengeluarkan larangan menangkap ikan selama 10 tahun di perairan penting di sepanjang sungai itu pada awal 2021.
Beijing, China (Xinhua) – China telah membuat kemajuan dalam melindungi lumba-lumba tanpa sirip (finless porpoise) Yangtze, spesies ikonis di Sungai Yangtze, sungai terpanjang di negara itu, seperti disampaikan Kementerian Ekologi dan Lingkungan China pada Senin (28/11).Sebanyak 13 cagar alam untuk lumba-lumba tanpa sirip Yangtze telah didirikan di cekungan Sungai Yangtze, yang mencakup 40 persen habitat spesies tersebut, ujar Cui Shuhong, seorang pejabat di kementerian itu, dalam sebuah konferensi pers.Cagar-cagar alam tersebut telah melindungi hampir 80 persen dari total populasi spesies itu, kata Cui.Lumba-lumba tanpa sirip Yangtze, yang dikenal sebagai ‘panda raksasa air’, menjadi barometer lingkungan ekologis di cekungan Sungai Yangtze.Dalam beberapa tahun terakhir, China telah melakukan upaya solid untuk konservasi ekologis di sepanjang Sungai Yangtze, dengan mengeluarkan larangan menangkap ikan selama 10 tahun di perairan penting di sepanjang sungai itu pada awal 2021.Pada Desember 2020, China mengumumkan Undang-Undang Perlindungan Sungai Yangtze, memberikan jaminan hukum bagi konservasi keanekaragaman hayati di sungai tersebut.Lumba-lumba tanpa sirip Yangtze
Pada 19 September lalu China meluncurkan survei ilmiah terhadap lumba-lumba tanpa sirip Yangtze, spesies ikonik di Yangtze, sungai terpanjang di negara itu. Survei ini bertujuan untuk menyusun rencana perlindungan yang lebih tertarget bagi spesies tersebut.Lebih dari 120 personel dan 20 lebih kapal administrasi perikanan dikirim untuk melakukan ekspedisi ilmiah, yang mencakup habitat utama lumba-lumba tanpa sirip Yangtze, seperti aliran utama di bagian tengah dan hilir Sungai Yangtze, serta danau Poyang dan Dongting, dua anak sungai Yangtze.Data tentang populasi dan distribusi lumba-lumba tersebut, berikut lingkungan habitatnya, dikumpulkan selama ekspedisi ilmiah itu untuk menentukan faktor-faktor yang dapat mengancam spesies tersebut serta mengevaluasi dampak dari langkah perlindungan yang ada saat ini.Diselenggarakan oleh administrasi perikanan daerah aliran sungai (DAS) Yangtze di bawah naungan Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan, ekspedisi ini telah dilakukan bersama oleh otoritas perikanan lokal dari enam daerah setingkat provinsi, lembaga penelitian ilmiah, dan organisasi sosial.
Lumba-lumba tanpa sirip Sungai Yangtze F9C22 berenang bersama induk betinanya di dalam air di Institut Hidrobiologi (Institute of Hydrobiology/IHB) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 29 Juni 2022. (Xinhua/Xiao Yijiu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan survei ilmiah di daerah aliran Sungai Kuning
Indonesia
•
30 Jul 2023

COVID-19 – Ahli: Terlalu dini menilai berbahayanya strain Delta
Indonesia
•
28 Jun 2021

Studi: Pemutihan karang berdampak pada 98 persen Great Barrier Reef Australia
Indonesia
•
06 Nov 2021

Arab Saudi garap proyek survei geologi terbesar di dunia
Indonesia
•
28 Oct 2020


Berita Terbaru

19 patogen picu 9,7 juta infeksi dan 50.800 kematian per tahun di AS
Indonesia
•
28 Oct 2026

Amazon di Brasil lepaskan 1,17 miliar ton karbon lebih banyak daripada yang diserap per tahun
Indonesia
•
23 Oct 2026

96 persen terumbu karang dunia terancam kritis akibat pemanasan laut, Great Barrier Reef Australia bisa hancur pada 2075
Indonesia
•
23 Oct 2026

Feature – Menimbang klaim manfaat ‘peach gum’, hidangan penutup dari getah pohon persik
Indonesia
•
22 Oct 2026
