
Kepala IMF peringatkan ketidakpastian ekonomi global akan jadi "kenormalan baru"

Foto yang diabadikan dengan ponsel ini menunjukkan pemandangan sebuah sudut kota di Jakarta pada 12 Juli 2024. (Xinhua/Xu Qin)
Ketidakpastian ekonomi global akan terus menjadi kenormalan baru, dengan ekonomi global saat ini lebih baik dari yang ditakutkan, tetapi lebih buruk dari yang kita butuhkan.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva pada Rabu (8/10) memperingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi global akan terus menjadi "kenormalan baru."Ekonomi global saat ini "lebih baik dari yang ditakutkan, tetapi lebih buruk dari yang kita butuhkan," kata Georgieva di Milken Institute yang terletak di Washington DC, Amerika Serikat (AS). "Ketahanan global belum sepenuhnya teruji. Dan ada tanda-tanda mengkhawatirkan bahwa ujian tersebut mungkin segera datang."Georgieva mengatakan bahwa tren kebijakan tarif kini menjadi variabel kunci yang memengaruhi prospek ekonomi dunia. Dampak penuh dari tarif tersebut "masih belum sepenuhnya terlihat," ujarnya.Sementara itu, membanjirnya barang-barang yang sebelumnya ditujukan ke pasar AS tetapi dialihkan ke pasar di negara lain bisa memicu "gelombang kedua kenaikan tarif," demikian Georgieva memperingatkan.Pasar keuangan secara umum tetap stabil di tengah gejolak kebijakan yang "disamarkan," kata Georgieva, seraya menambahkan bahwa "jika terjadi koreksi tajam, pengetatan kondisi keuangan bisa menyeret turun pertumbuhan dunia."Georgieva mendesak para pembuat kebijakan dunia untuk mempertahankan perdagangan sebagai penggerak pertumbuhan global. "Mari kita bersatu dalam dunia yang kompleks ini untuk menghasilkan kebijakan cerdas yang membangun pasar, institusi, dan jaring pengaman yang kuat," katanya.Dalam pembaruan laporan World Economic Outlook pada Juli lalu, IMF merevisi turun pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global 2025 menjadi 3 persen dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,3 persen pada 2024. IMF akan memperbarui proyeksi tersebut dalam pertemuan tahunan 2025 di Washington DC, pada 13-18 Oktober.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Lula minta Trump hapus tarif atas produk Brasil
Indonesia
•
08 Oct 2025

Trump batalkan rencana tarif 1 Februari, sebut ada "kerangka kesepakatan" terkait Greenland
Indonesia
•
22 Jan 2026

Bank sentral Thailand naikkan suku bunga kebijakan utama untuk kali kelima
Indonesia
•
31 Mar 2023

Minyak naik, prospek pasokan ketat saat Rusia tolak pembicaraan damai
Indonesia
•
13 Apr 2022


Berita Terbaru

Kasus korupsi di Singapura menurun pada 2025
Indonesia
•
30 Apr 2026

Atasi lonjakan harga bahan bakar, Thai AirAsia kurangi jadwal penerbangan hingga 30 persen
Indonesia
•
30 Apr 2026

Perubahan tarif akan tambah 1,1 triliun dolar AS ke defisit anggaran ASdalam 10 tahun
Indonesia
•
30 Apr 2026

UEA keluar dari OPEC, sejalan dengan visi ekonomi jangka panjang
Indonesia
•
30 Apr 2026
