
Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat

Sebuah tanker pengangkut produk minyak bumi terlihat di Laut Merah di dekat gerbang masuk Terusan Suez di Kegubernuran Suez, Mesir, pada 11 Maret 2026. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Pemulihan pengiriman normal melalui Selat Hormuz masih menjadi faktor paling krusial dalam menstabilkan pasar minyak.
Paris, Prancis (Xinhua/Indonesia Window) – Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) pada Ahad (15/3) mengatakan bahwa minyak dari cadangan darurat negara-negara anggotanya di Asia dan Oseania akan segera dilepas untuk membantu menstabilkan pasar global.
Menurut pernyataan IEA, minyak dari cadangan darurat badan tersebut akan segera mulai mengalir ke pasar global. Negara-negara anggota telah menyerahkan rencana implementasinya masing-masing yang menguraikan pelepasan itu. Cadangan yang dimiliki negara-negara anggota di Amerika dan Eropa akan mulai tersedia akhir Maret.
IEA mengatakan bahwa 32 negara anggotanya pada 11 Maret telah secara bulat sepakat untuk melepas 400 juta barel minyak guna merespons gangguan yang disebabkan oleh konflik Timur Tengah. Dari jumlah itu, sebanyak 271,7 juta barel akan berasal dari cadangan pemerintah, 116,6 juta barel dari cadangan industri yang diwajibkan, dan 23,6 juta barel dari sumber-sumber lain. Sebanyak 72 persen dari pelepasan tersebut akan berupa minyak mentah, dan 28 persen sisanya berupa produk minyak olahan.
"Perang yang sedang berkecamuk di Timur Tengah menciptakan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global," kata IEA, seraya menambahkan bahwa pelepasan terkoordinasi tersebut merupakan tindakan darurat kolektif terbesar hingga saat ini dan akan menjadi penopang penting bagi pasokan minyak global. Namun demikian, badan tersebut menyampaikan bahwa pemulihan pengiriman normal melalui Selat Hormuz masih menjadi faktor paling krusial dalam menstabilkan pasar minyak.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian ungkap dampak positif investasi China di Zimbabwe
Indonesia
•
19 Oct 2022

Australia berikan pinjaman tanpa bunga bagi bisnis yang terdampak kenaikan harga bahan bakar
Indonesia
•
03 Apr 2026

China tegas tolak kenaikan tarif AS untuk barang-barang China
Indonesia
•
15 May 2024

Filipina kesulitan turunkan harga beras meski pasokan melimpah
Indonesia
•
17 Feb 2024


Berita Terbaru

Manfaat RCEP kian terasa, produk Indonesia makin populer di pasar China
Indonesia
•
16 Jun 2026

Mobil China kian digemari, penjualan tembus 63 ribu unit dalam lima bulan, kuasai hampir 18 persen pasar
Indonesia
•
16 Jun 2026

Feature – Perajin Indonesia perluas jangkauan di pasar China melalui pameran China-Asia Selatan
Indonesia
•
15 Jun 2026

Blueberry dan kopi perkuat kerja sama pertanian China-Indonesia
Indonesia
•
15 Jun 2026
