
Sekjen PBB: FAO laporkan kegagalan akhiri kelaparan dunia

Seorang anak terlihat di sublokasi Kidemu di Kilifi County, Kenya, pada 23 Maret 2022. (Xinhua/Dong Jianghui)
Kerawanan pangan akut meningkat selama empat tahun berturut-turut, dengan sekitar 258 juta orang di 58 negara menghadapi "kerawanan pangan akut pada tingkat krisis atau tingkat yang lebih buruk" pada 2022.
Roma, Italia (Xinhua) – Sebuah laporan baru mengenai kerawanan pangan akut global menjadi "dakwaan yang menyakitkan" atas kegagalan umat manusia untuk mengakhiri kelaparan, demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres.Sekitar 258 juta orang di 58 negara menghadapi "kerawanan pangan akut pada tingkat krisis atau tingkat yang lebih buruk" pada 2022, menurut Laporan Global tentang Krisis Pangan terbaru, yang dirilis pada Rabu (3/5) oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) PBB. Angka tersebut meningkat dari setahun sebelumnya yang tercatat 193 juta orang di 53 negara.Jumlah orang yang mengalami kerawanan pangan akut juga meningkat selama empat tahun berturut-turut, kata laporan itu."Lebih dari seperempat miliar orang kini menghadapi tingkat kelaparan akut, dan beberapa berada di ambang kelaparan. Ini tidak masuk akal," tulis Guterres dalam kata pengantar laporan tersebut. "Edisi ketujuh dari Laporan Global tentang Krisis Pangan ini merupakan dakwaan yang menyakitkan atas kegagalan umat manusia untuk membuat kemajuan menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan guna mengakhiri kelaparan serta mencapai ketahanan pangan dan peningkatan gizi bagi semua pihak."
Seorang pekerja Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) membawa sekarung biji-bijian, sementara puluhan orang menunggu dengan sabar untuk mendapatkan jatah mereka untuk dibawa pulang di Bangui, Republik Afrika Tengah, pada 14 Juli 2021. (Xinhua/Louis Denga)
Seorang anak laki-laki terlihat sedang mengambil air di sublokasi Kidemu di Kilifi County, Kenya, pada 23 Maret 2022. (Xinhua/Dong Jianghui)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Korban jiwa akibat gempa dahsyat di Turkiye dan Suriah tembus angka 15.000
Indonesia
•
09 Feb 2023

Badan kemanusiaan Arab Saudi berikan bantuan medis bagi pengungsi Suriah
Indonesia
•
05 Apr 2021

COVID-19 – Kehidupan di China kembali normal setelah puncak infeksi
Indonesia
•
10 Jan 2023

122 ekor bayi Royal Turtle langka menetas di penangkaran di Kamboja
Indonesia
•
17 May 2023


Berita Terbaru

Temu alumni program pelatihan China digelar di Jakarta, perkuat kerja sama Indonesia-China
Indonesia
•
13 Jun 2026

Ikon budaya pop asal China Labubu tampil dalam upacara pembukaan Piala Dunia 2026
Indonesia
•
13 Jun 2026

Main medsos 2 jam sehari bisa tingkatkan risiko depresi pada remaja, studi 10 tahun ungkap faktanya
Indonesia
•
13 Jun 2026

1,8 miliar orang di dunia kurang olahraga, WHO nilai china punya praktik yang efektif
Indonesia
•
12 Jun 2026
