
Indeks kepercayaan konsumen AS anjlok ke level terendah sejak pandemik covid-19 akibat kekhawatiran terkait perang dagang

Para demonstran berkumpul dalam aksi unjuk rasa di luar Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada 19 April 2025. Ribuan demonstran pada Sabtu (19/4) turun ke jalan di berbagai kota di seluruh AS dalam apa yang disebut sebagai bagian dari "Hari Aksi Nasional" untuk menentang kebijakan Presiden AS Donald Trump dan ancaman terhadap demokrasi yang dirasakan. (Xinhua/Aaron Schwartz)
Kepercayaan warga Amerika Serikat terhadap perekonomian merosot selama lima bulan berturut-turut, mencapai level terendah sejak dimulainya pandemik COVID-19. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran mengenai dampak tarif yang memberikan tekanan besar pada perekonomian negara tersebut.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Kepercayaan warga Amerika Serikat (AS) terhadap perekonomian merosot selama lima bulan berturut-turut, mencapai level terendah sejak dimulainya pandemik COVID-19. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran mengenai dampak tarif yang memberikan tekanan besar pada perekonomian negara tersebut.The Conference Board, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang keanggotaan bisnis dan riset, pada Selasa (29/4) mengatakan bahwa indeks kepercayaan konsumen turun 7,9 poin pada April menjadi 86, angka terendah sejak Mei 2020. Hampir sepertiga konsumen memperkirakan perekrutan akan melambat dalam beberapa bulan ke depan, mendekati level yang tercatat pada April 2009 ketika perekonomian terpuruk ke dalam Resesi Besar (Great Recession)."Angka-angka tersebut mencerminkan suasana hati yang memburuk dengan cepat di kalangan warga AS, yang sebagian besar memperkirakan mayoritas harga akan naik akibat meluasnya tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump," demikian laporan The Associated Press (AP) mengenai perkembangan tersebut. Sekitar separuh warga AS juga khawatir akan potensi terjadinya resesi, menurut hasil survei yang dilakukan oleh The Associated Press-NORC Center."Konsumen yang bimbang cenderung mengeluarkan uang lebih sedikit dibandingkan konsumen yang percaya diri," ungkap Carl Weinberg, kepala ekonom di High Frequency Economics, seperti dikutip AP. "Jika kepercayaan menurun dan konsumen melakukan penghematan, pertumbuhan akan ikut menurun."Sementara itu, sebuah indikator mengenai ekspektasi jangka pendek warga AS terhadap pendapatan, kondisi bisnis, dan pasar kerja mereka anjlok sebesar 12,5 poin menjadi 54,4, level terendah dalam lebih dari 13 tahun terakhir.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Sri Lanka sebut rupee akan menguat usai pemerintah capai kesepakatan ‘bailout’ IMF
Indonesia
•
24 Mar 2023

Meski Selat Hormuz dibuka, harga minyak diprediksi tak langsung turun, ini penyebabnya!
Indonesia
•
18 Jun 2026

Nilai perdagangan Indonesia-China naik 15 persen pada H1 2025
Indonesia
•
10 Aug 2025

Minyak naik 2 persen, catat kerugian pekanan di tengah rilis cadangan
Indonesia
•
09 Apr 2022


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
