
Perusahaan asing lihat peluang besar di China saat RCEP telah berlaku penuh

Foto yang diabadikan pada 14 Juni 2023 ini menunjukkan Anthony Gill (kanan), manajer umum Four Seasons Hotel Tianjin, memeriksa persiapan makanan di restoran hotel itu di Kota Tianjin, China utara. (Xinhua)
Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional akan mengurangi biaya perdagangan intra-regional, menyuntikkan dorongan kuat ke dalam kerja sama ekonomi dan perdagangan regional, dan menunjukkan prospek pembangunan yang besar.
Tianjin, China (Xinhua) – Di sebuah restoran hotel di Kota Tianjin, China utara, meja-meja bufet disulap menjadi pemandangan yang begitu memanjakan mata, dilengkapi dengan hidangan daging sapi dari Australia, lobster dari Vietnam, kerang dari Selandia Baru, kepiting cangkang lunak dari Myanmar, dan nasi dari Thailand.Para tamu dari seluruh dunia dapat menikmati hidangan dengan bahan-bahan yang diimpor dari negara-negara anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).RCEP terdiri dari 15 anggota, yakni 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. RCEP ditandatangani pada November 2020 dan mulai berlaku pada 1 Januari 2022, dengan tujuan secara bertahap menghapus tarif pada lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan di antara anggotanya.RCEP mulai berlaku di Filipina pada 2 Juni lalu, menandai tonggak sejarah dengan berlaku penuhnya pakta perdagangan bebas terbesar di dunia itu untuk seluruh 15 negara anggota."Restoran hotel kami mendapat banyak manfaat dari berlakunya perjanjian RCEP," kata Anthony Gill, manajer umum Four Seasons Hotel Tianjin, seraya menambahkan bahwa lebih mudah bagi mereka untuk membeli bahan-bahan dari negara-negara anggota RCEP karena banyaknya pilihan pemasok.Dengan pelonggaran kebijakan perjalanan dan pemulihan industri pariwisata, bisnis akomodasi hotel itu menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan belakangan ini. Pemesanan kamar hotel pada Juni melonjak lebih dari 150 persen secara tahunan (year on year/yoy).Para pelancong bisnis dari negara-negara anggota RCEP seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura kerap berkunjung."Banyak pengusaha dari negara-negara tersebut datang ke Tianjin mencari peluang bisnis, yang pada gilirannya, secara langsung menunjang bisnis hotel kami," tutur Gill.Para eksekutif perusahaan-perusahaan asing di China juga melihat peluang besar saat RCEP telah berlaku penuh.Shin Eun Shik, yang berasal dari Korea Selatan, telah berkecimpung dalam bisnis produksi dan penjualan peralatan pengolahan air dan aksesori terkait di Tianjin sejak 2002."Berkat berlakunya perjanjian RCEP untuk semua anggota dan faktor-faktor lainnya, pendapatan penjualan kami diperkirakan akan melampaui 50 juta yuan tahun ini, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu," ungkap Shin, presiden ITM (Tianjin) Mechanic Equipment Co., Ltd.
Foto yang diabadikan pada 30 Mei 2023 ini menunjukkan peralatan pengolahan air yang diproduksi oleh ITM (Tianjin) Mechanic Equipment Co., Ltd. di Kota Tianjin, China utara. (Xinhua)
Foto yang diabadikan pada 1 Maret 2023 ini menunjukkan lini produksi otomatis SMC (China) Co., Ltd., anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh produsen komponen pneumatik Jepang SMC Corporation, di Kota Tianjin, China utara. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Selandia Baru Akan lepas pasokan bahan bakar setara 6 hari di bawah rencana minyak IEA
Indonesia
•
12 Mar 2026

Telaah – Tarif perdagangan Trump picu kekhawatiran pasar, resahkan bisnis dan konsumen
Indonesia
•
23 Mar 2025

Feature – Menikmati Sensasi ‘Birdwatching’ di Taman Wisata Alam Kerandangan Lombok
Indonesia
•
16 Apr 2026

Laba bersih raksasa minyak Saudi Aramco melonjak 124 persen pada 2021
Indonesia
•
21 Mar 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
