
USA Today: 110 warga Amerika tewas akibat kekerasan senjata setiap hari

Seorang pria memegang poster yang mengecam kekerasan bersenjata dalam sebuah upacara peringatan bagi para korban penembakan massal di Balai Kota Monterey Park, California, Amerika Serikat, pada 23 Januari 2023. (Xinhua/Zeng Hui)
Kematian akibat senjata api di Amerika Serikat (AS) mencapai 12 kasus untuk setiap 100.000 penduduk, hampir empat kali lipat lebih tinggi dari yang tercatat di Swiss, negara dengan tingkat kematian akibat senjata tertinggi kedua setelah AS.
New York City, AS (Xinhua) – Rata-rata 110 warga Amerika tewas akibat kekerasan bersenjata setiap hari, jauh di atas tingkat kematian yang disebabkan oleh senjata untuk negara mana pun yang sebanding, menurut laporan USA Today baru-baru ini.Amerika Serikat (AS) mencatat sekitar 12 kematian akibat senjata api untuk setiap 100.000 penduduk, hampir empat kali lipat lebih tinggi dari yang tercatat di Swiss, negara dengan tingkat kematian akibat senjata tertinggi kedua setelah AS, sebut laporan itu, mengutip para ahli.Sebagian besar insiden penembakan massal dilakukan oleh warga kulit putih, menurut kelompok informatika, Statista. Meski demikian, penembakan massal hanyalah bagian kecil dari semua kasus kekerasan bersenjata.Kasus penembakan yang tidak disengaja, tetapi berujung pada kematian, kerap dilakukan oleh anak-anak, menurut kelompok pembatasan senjata, Everytown for Gun Safety. Tahun lalu, anak-anak melakukan setidaknya 321 penembakan yang tidak disengaja, hingga menewaskan 143 orang.Terkait korban jiwa, warga kulit hitam Amerika memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih besar kehilangan nyawa akibat kekerasan bersenjata dibandingkan warga kulit putih Amerika, dan kemungkinan 14 kali lipat lebih besar mengalami luka-luka dibandingkan warga kulit putih Amerika, tunjuk laporan USA Today, mengutip pernyataan Brady Campaign to Prevent Gun Violence.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penyakit mental jadi masalah umum di Afghanistan sebagai dampak perang
Indonesia
•
27 Nov 2023

Objek wisata di Hunan China larang penerbangan ‘drone’ demi keanekaragaman hayati
Indonesia
•
23 May 2023

Pakar PBB serukan pencabutan lebih awal sejumlah sanksi terhadap Suriah
Indonesia
•
11 Nov 2022

Gua karst Xinglong di China utara berusia 1,4 miliar tahun, terus berkembang
Indonesia
•
05 Aug 2022


Berita Terbaru

Feature – Mengintip keseruan ajang Muse Super Anime Pop Up 2026 bagi pencinta anime di Jakarta
Indonesia
•
11 Apr 2026

Feature – Universitas di Iran tetap jalankan misi pendidikan di tengah pengeboman
Indonesia
•
08 Apr 2026

Feature – Si miskin Zhang Xue ciptakan sepeda motor balap yang menangkan kejuaraan dunia
Indonesia
•
08 Apr 2026

Feature – Mau anak lebih cerdas, ajari bahasa ibu sejak dini
Indonesia
•
06 Apr 2026
