Tingkat kelaparan global turun pada 2024, tetapi masih bayangi Afrika dan Asia Barat

Seorang pria menjual produk makanan di Balcad, Shabelle, Somalia, pada 7 Desember 2024. (Xinhua/Hassan Bashi)
Kelaparan terus meningkat di beberapa wilayah Afrika dan Asia Barat di tengah krisis pangan yang sedang berlangsung dan tekanan inflasi.
Roma, Italia (Xinhua/Indonesia Window) – Tingkat kelaparan global kembali mencatat penurunan untuk tahun kedua berturut-turut pada 2024, dengan jumlah individu terdampak berkurang 15 juta orang dibandingkan pada 2023, menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang ketahanan pangan. Meski demikian, kemajuan ini belum merata, dengan kelaparan terus meningkat di beberapa wilayah Afrika dan Asia Barat di tengah krisis pangan yang sedang berlangsung dan tekanan inflasi.Laporan Keadaan Keamanan Pangan dan Gizi Dunia (State of Food Security and Nutrition in the World/SOFI) edisi 2025 dirilis pada Senin (28/7) oleh lima badan PBB, termasuk Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Program Pangan Dunia (WFP), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam acara UN Food Systems Summit Stocktaking Moment di Addis Ababa, Ethiopia.Secara global, 8,2 persen populasi dunia, atau sekitar 638 juta hingga 720 juta orang, mengalami kelaparan pada 2024. Angka ini menandai kemajuan moderat dari 8,5 persen yang tercatat pada 2023 dan 8,7 persen pada 2022.Penurunan secara keseluruhan sebagian besar didorong oleh perbaikan situasi di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Amerika Selatan. Namun, laporan tersebut memperingatkan bahwa kemajuan ini juga diimbangi oleh tren kelaparan yang memburuk di sebagian besar subwilayah Afrika dan Asia Barat, terutama di negara-negara yang menghadapi konflik berkepanjangan, masalah pengungsian, atau ketidakstabilan ekonomi.Inflasi harga pangan yang terus naik disebut sebagai hambatan utama dalam mencapai target ketahanan pangan dan gizi global. "Sejak akhir 2020, inflasi harga pangan muncul sebagai faktor pendorong utama kerawanan pangan di semua kelompok pendapatan," urai laporan tersebut. Dalam hal ini, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi yang paling terdampak.Pada 2024, sekitar 2,60 miliar orang, atau 31,9 persen dari populasi dunia, dilaporkan tidak mampu membeli makanan sehat. Meski menunjukkan kemajuan dari 33,5 persen yang tercatat pada 2022, angka ini masih terbilang tinggi, terutama di wilayah-wilayah yang rentan dari segi ekonomi.Kesenjangan terlihat jelas di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah. Di negara-negara berpenghasilan rendah, jumlah individu yang tidak mampu membeli makanan sehat meningkat dari 464 juta jiwa pada 2019 menjadi 545 juta jiwa pada 2024. Di negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah, tidak termasuk India, angka tersebut meningkat dari 791 juta jiwa menjadi 869 juta jiwa pada periode yang sama.Laporan itu memperingatkan bahwa masyarakat internasional masih ‘jauh’ dari mencapai target pemberantasan kelaparan pada 2030. Sejumlah tantangan struktural, termasuk konflik, perubahan iklim, inflasi, dan ketidaksetaraan, terus menghambat kemajuan menuju sistem pangan yang tangguh dan inklusif.Sejak pertama kali dirilis pada 1999, laporan SOFI telah menjadi referensi global utama untuk melacak kemajuan di bidang kelaparan dan kurang gizi.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

UN Habitat Assembly serukan percepatan pembaruan perkotaan
Indonesia
•
07 Jun 2023

Nyanyian opera Italia masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO
Indonesia
•
08 Dec 2023

Visa terapkan kode baru untuk identifikasi transaksi di toko senjata AS
Indonesia
•
11 Sep 2022

Meta akan pulihkan akun Facebook dan Instagram milik Trump
Indonesia
•
26 Jan 2023
Berita Terbaru

Perlintasan Rafah kembali dibuka, PBB harapkan lebih banyak negara terima pasien dari Gaza
Indonesia
•
03 Feb 2026

Mesir mulai terima pasien dan korban luka dari Gaza via perlintasan Rafah
Indonesia
•
03 Feb 2026

Feature – Menyusuri jejak masa lalu di Pecinan Glodok, dari klenteng, gereja, hingga tradisi teh China
Indonesia
•
02 Feb 2026

Berita buatan AI makin mendominasi, ‘think tank’ Inggris desak pemerintah susun aturan
Indonesia
•
02 Feb 2026
